Norwegia Mendukung Penuh Kebijakan Iklim Indonesia
Jumat, 27 Apr 2007 22:14 WIB
Den Haag-Oslo - Norwegia mendukung penuh kebijakan pengendalian perubahan iklim yang dicanangkan Indonesia. Bentuk konkritnya antara lain proyek untuk clean development mechanism (CDM).Demikian hasil kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar bersama Delegasi Republik Indonesia (Delri) ke Oslo, Norwegia, yang berakhir hari ini, Jumat (27/4/2007).Dubes RI untuk Norwegia dan Islandia, Retno L.P Marsudi, yang dihubungi detikcom melalui telepon sore ini waktu Eropa Tengah menjelaskan, bahwa ada tiga pertemuan yang dilakukan Menneg LH Rachmat Witoelar dengan pihak Norwegia, yakni dengan Menteri Lingkungan Hidup Helen Bjornoy, Menteri Kerjsama Pembangunan Erik Solheim, dan diterima Perdana Menteri Jens Stoltenberg."Dengan Perdana Menteri Stoltenberg sebelumnya tidak diagendakan, namun Perdana Menteri antusias sekali dengan komitmen Indonesia untuk penanganan perubahan iklim," tutur Retno.Dijelaskan, bahwa tujuan kunjungan kerja Menneg LH adalah untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman RI-Norwegia tentang Perubahan Iklim dan Energi, yang telah diteken bersama oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Jens Stoltenberg di Jakarta akhir Maret lalu.Selain itu dibicarakan juga rancangan kerjasama proyek-proyek untuk clean development mechanism (CDM) atau mekanisme pembangunan bersih lingkungan dan mempersiapkan Indonesia sebagai tuan rumah Conference of the Parties (COP) to the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) atau Konferensi Pihak untuk Konvensi Kerangka Kerja Persatuan Bangsa Bangsa untuk Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali pada Desember 2007 mendatang."PM Stoltenberg saat kunjungan kerja di Jakarta mengatakan bahwa Norwegia sepenuhnya mendukung Indonesia untuk kebijakan iklim. Norwegia sementara memberikan bantuan konkrit USD500.000,00 untuk pre-COP di Bogor, Oktober 2007," papar Retno.Adapun mengenai CDM, tim teknis sudah bertemu dan mulai merancang proyek-proyek yang siap direalisasikan antara lain untuk mencegah kebakaran hutan-hutan di Indonesia. Menurut Retno, pihak Norwegia sudah mencanangkan agenda cukup ambisius untuk mengendalikan perubahan iklim. Norwegia menetapkan pengurangan emisi CO2 sebesar 10% dalam kurun 2008-2012. Kemudian target pengurangan CO2 dinaikkan lagi menjadi 30% pada 2020. Dan diharapkan pada 2050 Norwegia sudah netral CO2."Indonesia dan Norwegia mempunyai kesamaan pandangan tentang perlunya upaya bersama untuk menyikapi isu perubahan iklim. Dan presiden SBY mengatakan, jika perubahan iklim tidak segera dikendalikan, maka 2000 pulau kita bisa hilang," demikian Retno.
(es/es)











































