Suami Istri Pemalsu 47 Kartu Kredit Ditangkap

Suami Istri Pemalsu 47 Kartu Kredit Ditangkap

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 16:19 WIB
Jakarta - Pasangan suami istri (pasutri) Suwardi (35) dan Ratna (32) tak bisa berkutik lagi. Pasangan yang telah memalsukan 47 kartu kredit itu ditangkap di sebuah hotel melati di Pulo Mas, Jakarta Timur. Suwardi-Ratna ditangkap pada Kamis (26/4/2007) oleh Tim penyidik Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI). Saat ini, pasangan ini meringkuk di tahanan Polda Metro Jaya. Koordinator Security Officer AKKI Andi Gopard mengatakan modus kejahatan yang dilakukan tersangka adalah membuat kartu kredit dengan identitas palsu. Untuk meyakinkan pihak bank, kedua tersangka kemudian bekerja sama dengan petugas HRD sejumlah perusahaan swasta di Jakarta. Sebelum mengendus pembuatan kartu kredit palsu ini, AKKI mendapat laporan dari sejumlah bank tentang adanya pemilik kartu kredit yang menggunakan identitas palsu. "Kita bersama tim penyidik di AKKI lainnya melakukan investigasi selama 3 bulan dan berhasil mengamankan kedua pelaku di hotel di Jakarta Timur," kata Andi Gopard.Andi menjelaskan, 47 kartu kredit yang disita petugas terdiri dari HSBC Bank 2 kartu, Lippo Bank 22 kartu, Bank Niaga 6 kartu, City Bank (3), BCA (7) BII (2), Bank Bukopin (1), ANZ (4), serta kartu belanja General Eelectric (GE)."Jadi ketika orang bank ngecek identitas tersangka, oknum petugas HRD yang telah berkomplot itu membenarkan bahwa pemohon kartu memang bekerja di perusahaan itu, tapi sebenarnya itu hanya trik saja. Nanti setelah kartu disetujui bank, orang HRD itu dapat komisi," ujar Andi.Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita 47 kartu kredit dari berbagai bank yang dipalsukan oleh kedua tersangka. Oleh petugas AKKI, Suwardi dan Ratna diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk diproses lebih lanjut berikut barang bukti 47 kartu kredit.Sementara itu Kasat Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Polda Metro Jaya AKBP Aris Munandar mengatakan dari 47 kartu yang dipalsukan, kerugian mencapai Rp 16 juta. "Nilai belanjanya kecil, malah ada kartu yang belum dipakai," ujar Aris Munandar. (ziz/asy)


Berita Terkait