SB Pasrahkan Nasib Menteri Asal PAN ke SBY
Jumat, 27 Apr 2007 16:12 WIB
Jakarta - Reshuffle kian dekat saja. Menjelang hari pergantian, tanggapan dari sejumlah ketua parpol beragam. Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir menyerahkan sepenuhnya nasib-nasib menteri dari PAN kepada SBY. "Karena reshuffle prerogatif Presiden, ya itu terserah Presiden. Seorang menteri dari PAN yang dipilih oleh Presiden itu sudah kita wakafkan kepada Presiden. Tidak ada hubungan secara struktural dan terputus secara partai," kata Soetrisno di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/4/2007).Menurut pengusaha nasional ini, Presiden tidak bisa mentolerir lagi menteri-menteri yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi, menteri yang mengalami sakit dan menteri ekonomi yang gagal memberdayakan sektor riil. "Jika lebih efektif Presiden harus mengganti mereka itu lebih baik. Kalau yang sakit tidak ganti zalim," ujar Soetrisno.Saat ditanya apakah sudah dimintai pendapat oleh SBY soal reshuffle, politisi asal Pekalongan ini mengaku 4 hari lalu dihubungi Menseskab Sudi Silalahi. Namun belum ada kepastian kapan rencana pertemuan dengan SBY. " 4 hari lalu saya dihubungi tetapi saya belum ketemu karena itu saya belum tahu," cetus Soetrisno.Terkait dengan rencana pergeseran posisi Menhub Hatta Rajasa, Soetrisno meminta agar pergeseran tidak dilakukan atas pertimbangan politik. Tapi harus semata-mata karena dinilai Hatta kurang cakap di jabatan itu. "Ada indikasi ada gerakan politik untuk membunuh karakter Hatta. Kita sebagai pimpinan parpol akan membantunya," janjinya.
(mar/nrl)











































