SBY dan Lee Pimpin Pertemuan Bilateral Teken Ekstradisi
Jumat, 27 Apr 2007 15:16 WIB
Gianyar - Presiden SBY dan PM Singapura Lee Hsien Loong memimpin pertemuan bilateral antara Indonesia dan Singapura di Istana Tampak Siring, Gianyar, Bali. Pertemuan ini merupakan rentetan agenda dalam penandatanganan perjanjian ekstradisi. Pertemuan berlangsung di salah satu ruangan Istana Tampak Siring yang asri itu. Pertemuan dimulai sekitar pukul 15.40 Wita, Jumat (27/4/2007). Hadir dalam pertemuan bilateral ini sejumlah menteri dari Indonesia dan Singapura. Dari Indonesia, hadir Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Seskab Sudi Silalahi, Menlu Hassan Wirajuda, Menhan Juwono Sudarsono, Menko Polhukam Widodo AS, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Menkum dan HAM Hamid Awaludin, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal. Sementara dari Singapura hadir Menhan Teo Cheee Hean, Menlu George Yeo, dan Menteri Perindustrian Lim HNG Kiang. Informasi yang diperolah detikcom, ada tiga dokumen yang akan ditandatangani dalam forum ini. Yaitu, perjanjian ekstradisi, kerja sama pertahanan, dan kerangka aturan daerah latihan militer. Penandatangan tiga dokumen itu akan dilakukan setelah pertemuan bilateral. Dari Indonesia, penandatanganan MoU akan diwakili oleh Menhan, Menlu, dan Panglima TNI. Setelah itu, akan digelar jumpa pers bersama mengenai hal itu.
(asy/nrl)











































