Pengamat Ekstradisi Bikin Bingung JK
Jumat, 27 Apr 2007 15:15 WIB
Jakarta -
Polemik panjang menyertai kesepakatan perjanjian ektradisi antara Pemerintah RI dengan Singapura. Wapres Jusuf Kalla (JK) mengaku kebingungan dengan pendapat para pengamat tersebut."Aneh juga pengamat. Tak ada ekstradisi marah, ada ektradisi kenapa begitu? Lalu maunya apa?" gugat JK di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (27/4/2007).Demikian juga dengan perjanjian kerjasama pertahanan. Sejumlah kalangan menilai RI amat dirugikan dengan isi perjanjian yang membolehkan Singapura menggandeng negara lain untuk mengadakan latihan militer dan menyimpan peralatannya di wilayah RI.Wapres menjelaskan perjanjian yang sore ini ditandatangani di Bali tersebut merupakan kelanjutan dari perjanjian sama yang belaku selama puluhan tahunsebelumnya. Bahkan ada sejumlah klausul yang dipangkas dalam perjanjian pertahaann yang baru dengan Singapura ini."Jadi bukan hal baru. Malah areal dalam perjanjian kita ini dibatasi lebih kecil daripada yang dulu," ujar JK.
(lh/nrl)










































