DKI Terapkan Sampah Composting untuk Hilangkan Bau & Timbunan
Jumat, 27 Apr 2007 14:23 WIB
Jakarta - Tempat pembuangan sampah umumnya bak gunung sampah dan berbau menyengat. Namun dengan teknologi composting, pemandangan menjijikkan itu bakal hilang dari pandangan. Teknologi ini menerapkan sistem zero waste dan ramah lingkungan.Teknologi ini telah diterapkan di Cakung Cilincing, Jakarta Utara. "Ini baru beroperasi beberapa minggu. Di sana tidak ada penimbunan dan bau lagi," ujar Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Selatan, Jumat (27/4/2007).Setiap hari, warga Jakarta memproduksi sampah hingga 6.000 ton. "Saya tertarik membangun 4 tempat teknologi sampah ramah lingkungan lagi di antaranya di Ragunan dan Duri Kosambi," imbuh Bang Yos.Pengolahan sampah ramah lingkungan itu ditangani PT WGS. Perusahaan itu bertugas membangun dan mengelola stasiun peralihan antara (SPA) sampah.Proses pengolahan sampah dengan teknologi tersebut pertama, sampah kota dari hulu diangkut menggunakan konvektor ke pusat daur ulang dan kompos Cakung Cilincing.Selanjutnya sampah dipilah antara sampah organik dan non organik dengan alat berteknologi mutakhir.Hasil dari proses pemilahan sampah ada tiga, yakni sampah oraganik, non organik dan residu.Sampah oraganik diproses menjadi kompos granula yang digunakan untuk pertumbuhan tanaman. Sampah non organik akan didaur ulang menjadi plastik, kayu dan besi.Sedangkan residu dari hasil pemilahan sampah akan dibungkus menggunakan mesin secara otomatis atau balapress. Kemudian akan diubah menjadi bahan bakar di pabrik semen Holcim Cibinong.Hasil dari tiga proses sampah itu akan mengurangi jumlah sampah yang akan dibuang ke TPA. Sehingga umur efektif penggunaan tempat pembuangan akhir (TPA) sampah dapat diperpanjang.
(nik/nrl)











































