Donatur Stop Dana Supervisi TBC
Jumat, 27 Apr 2007 13:27 WIB
Jakarta - Sejak Maret 2007, sejumlah donatur menghentikan bantuan dana supervisi untuk program Directly Observe Treatment Shortcourse (DOTS) penanggulangan penyakit TBC di Indonesia.Dana supervisi itu meliputi dana untuk kader pendamping, pelatihan dan pencarian data penderita TBC."Kalau dana supervisi dihentikan, maka misi program akan menghadapi kesulitan terutama untuk memperoleh up date data tentang jumlah penderita tubercolusis tahun 2007," kata anggota Tim Monitoring Tubercolusis Foundation Jan Voskens dalam jumpa pers di Depkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Jumat (27/4/2007).Sementara itu, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes I Nyoman Kandun mengatakan, penghentian secara mendadak dana supervisi itu terkait perbaikan administrasi dan manajemen. Dana itu mencapai 40 persen atau 4,8 juta dolar AS dari total bantuan 12 juta dolar AS untuk satu tahun."Tapi untuk obat yang life safe tidak distop, jadi sampai September kita masih punya obat," kata Nyoman.Saat ini Depkes tengah mencari jalan keluar untuk mengantisipasi persediaan obat setelah September."Tentu kita merogoh uang dari saku kita, kan yang sakit orang Indonesia. Nanti bisa dianggarkan dalam anggaran belanja tambahan pada DPR atau melakukan revisi dari anggaran yang ada," tutur Nyoman.Keberadaan paket obat tubercolusis sangat penting untuk penanggulangan TBC karena si penderita harus minum obat terus menerus. "Jadi tidak boleh putus satu hari pun," kata dia.
(umi/nrl)











































