Curi Bir Diganjar Suntik Mati
Jumat, 27 Apr 2007 12:04 WIB
Huntsville - Hanya untuk mencuri bir, pria ini tega-teganya menghabisi 2 nyawa. Setelah 13 tahun menjadi penghuni hotel prodeo, dia pun diganjar suntikan mati.Ryan Dickson saat itu masih berusia 18 tahun. Dia dan saudara tirinya yang berusia 15 tahun masuk ke toko di Amarillo, Texas, AS. Niatnya untuk mencuri bir.Namun aksinya diketahui sang pemilik toko. Bukannya kabur, Dickson malah menembakkan timah panas dari senapan kaliber 22 dari balik jaketnya. Dorr!!! Peluru Dickson bersarang di dada pemilik toko.Sadisnya lagi, Dickson kemudian menembak istri pemilik toko, tepat di bagian wajah. Padahal istri pemilik toko itu telah meletakkan semua uang dari dalam mesin kasir untuk diambil Dickson. Dickson kemudian kabur membawa US$ 52 dan sejumlah bir.Aksi Dickson tahun 1994 itu tak akan pernah terulang. Selang 13 tahun kemudian dia menghembuskan nafas terakhir di dunia fana ini setelah disuntik mati di penjara Huntsville, selatan Texas. Demikian dilaporan AFP, Jumat (27/4/2007).Dickson diumumkan tewas pada Kamis 26 april 2007 sore pukul 18.12 waktu setempat, atau 3 menit setelah suntikan mematikan dialirkan ke tubuhnya.Sebelum dieksekusi, Dickson sempat menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya.
(sss/nrl)











































