Pemilik Rumah Elit Tolak Fogging Paling Didenda Rp 60 Ribu

Pemilik Rumah Elit Tolak Fogging Paling Didenda Rp 60 Ribu

- detikNews
Jumat, 27 Apr 2007 09:12 WIB
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso kembali menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas kalau ada yang warga yang enggan rumahnya dimasuki oleh petugas fogging karena beberapa alasan. Banyak warga yang masih menutup pintu rapat-rapat bila petugas fogging hendak mengasapi rumahnya seperti di kawasan elit Sunter dan Kelapa Gading.Namun pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih menunggu ditetapkannya peraturan daerah (perda) yang mengatur persoalan ini. Sejauh belum ada perda yang mengatur, pihak Pemprov tidak bisa memberikan sanksi apa pun."Iya tuh kalau di rumah elit banyak yang nolak, seperti di Sunter dan Kelapa Gading itu susah. Padahal sarang nyamuk kan di rumah-rumah bukan di got-got,." kata Sutiyoso, usai menghadiri fogging massal di RW 5 Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (27/4/2007)."Ya kita masih menunggu perdanya ditetapkan oleh DPRD. Kalau itu keluar, langsung kita beri sanksi yang tegas. Ya maksimal di aturan sanksinya Rp 50 juta, namun pada prakteknya paling kena Rp 60 ribu," imbuh Sutiyoso. Saat ini Gubernur belum mencabut status kejadian luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Jakarta. Alasannya, selain pengasapan belum memperoleh hasil maksimal, sumber-sumber jentik bibit penyakit DBD belum hilang sama sekali sehingga masih mengancam kesehatan warga."KLB masih tetap jalan, jentik-jentik belum hilang semua. Kalau mengenai obat-obat yang katanya tidak manjur menghilangkan, ya itu tinggal biang-biangnya saja, yang gede-gede, kalau lainnya sudah beres," ujar Bang Yos.Bang Yos datang di lokasi fogging sekitar pukul 08.00 WIB. Bang Yos sempat memberi sambutan karena acara ini juga diwarnai penerimaaan bantuan dari salah satu maskapai penerbangan internasional berupa alat-alat fogging beserta insektisidanya. Setelah itu Bang Yos langsung mem-fogging sendiri beberepa rumah warga yang ada di RT 12. Bang Yos yang mengenakan kaos oranye ini tampak bersemangat menyemprotkan insektisida dengan menggunakan masker, kacamata, dan sarung tangan. Beberapa warga pun berteriak-teriak karena senang gubernurnya yang turun tangan dalam pengasapan, "Hidup Bang Yos! Hidup Bang Yos!," teriak warga bak kampanye. (nwk/nrl)


Berita Terkait