Usai Diperiksa 13 Jam, Mantan Rektor IPDN Enggan Komentar
Kamis, 26 Apr 2007 23:43 WIB
Jakarta - Pemeriksaan maraton selama 13 jam lebih rupanya membuat kondisi mantan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi letih. Dia pun enggan berkomentar ketika ditanya wartawan.Tepat pukul 23.05 WIB, Kamis (26/4/2007), pemeriksaan terhadap Nyoman yang dilakukan di Markas Polda Jabar, Jl Soekarno-Hatta Bandung selesai.Wajah pria yang dinonaktifkan dari jabatannya setelah kematian praja IPDN asal Sulawesi Utara Cliff Muntu tersebut tampak masih tegang dan letih.Ketika disapa belasan wartawan yang menungguinya sejak pukul 10.00 WIB, Nyoman berusaha tersenyum sambil terus menunduk menyembunyikan wajahnya dari sorotan lampu kamera wartawan TV."Bagaimana hasil penyelidikan pak?" tanya seorang wartawan. "Tanya saja kepada penyidik," jawab Nyoman."Kemungkinan jadi tersangka?" cecar wartawan lainnya. Jawaban yang sama kembali terucap dari mulut Nyoman. "Tanya penyidik." Sementara Kepala Bagian Konsultasi dan Hukum IPDN Supardan Modeong yang mendampingi selama pemeriksaan menyatakan, Nyoman ditanyai seputar penyebab kematian Cliff Muntu. Ditambahkan Supardan, mantan bosnya itu juga ditanyai berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi di IPDN sebelum Nyoman menjabat sebagai rektor.Mengenai kasus penyuntikan formalin ke tubuh Cliff yang menyeret Lexie M Giroth dan Iyeng Sopandi sebagai tersangka, Supardan mengaku tidak mendengar pertanyaan tersebut diajukan penyidik. "Mungkin juga, tapi saya tidak mendengarnya karena beberapa kali saya keluar ruangan," tandas Supardan.Usai menjawab pertanyaan wartawan, Supardan dan Nyoman yang didampingi istrinya bergegas naik ke mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi B 173 ED meninggalkan Mapolda Jabar.
(bal/bal)











































