Komplotan Pemeras yang Mengaku Pejabat Diringkus KPK
Kamis, 26 Apr 2007 20:54 WIB
Jakarta - Jangan mudah percaya dengan orang lain, apalagi yang mengaku-aku sebagai pejabat dan kemudian meminta uang. Sebuah komplotan pemeras yang mengaku sebagai staf sekretariat wakil presiden diringkus KPK. Komplotan tersebut memeras warga negara asing (WNA), pejabat dan masyarakat dengan nilai ratusan juta rupiah.Humas KPK Johan Budi SP menjelaskan, sekitar 2 Minggu lalu, KPK menerima laporan dugaan pemerasan dari masyarakat yang dimintai sejumlah uang oleh seseorang yang mengaku sebagai staf sekretariat wakil presiden. Kebetulan sang pelapor memang pernah berkunjung ke Istana Wapres untuk bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla.Mendapat laporan tersebut, KPK lanjut Johan, menyelidiki nomor telepon seluler yang diberikan. "Setelah kami lacak, akhirnya sore tadi kami bergerak ke lokasi dan kami tangkap," kata Johan."Mereka pernah mengaku sebagai bupati, anggota DPR, dan terakhir sebagai staf sekretariat wapres," imbuh Johan.Sekitar pukul 19.20 WIB, Kamis (26/4/2007) komplotan yang diringkus di Perumahan Maharaja, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat tiba di KPK dengan menggunakan mobil Kijang berwarna hitam dengan nomor polisi B 8388 HH. Anggota komplotan yang terdiri dari 7 orang tersebut langsung digiring petugas ke lantai III Gedung KPK di Jl Veteran III, Jakarta."KPK masih mencari tahu apakah komplotan ini ada yang pejabat atau tidak. Jika mereka hanya masyarakat biasa, maka kasus ini akan kami serahkan ke Mabes Polri karena ini merupakan tindak pidana umum," pungkas Johan.
(bal/bal)











































