Hamil 5 Bulan, Istri Korban Tanker MT Maulana Shock Berat

Hamil 5 Bulan, Istri Korban Tanker MT Maulana Shock Berat

- detikNews
Kamis, 26 Apr 2007 17:01 WIB
Pekanbaru - Terbakarnya kapal tanker MT Maulana di perairan sungai Siak, Riau menyisahkan cerita duka. Zulaidah (24), istri salah satu korban, tengah mengandung 5 bulan. Wanita berbadan kurus itu tidur di pangkuan ibundanya di kursi panjang dekat kamar mayat RSUD Arifin Ahmad Jl Hangtuah Pekanbaru, Kamis (26/4/2007). Ia bersama keluarganya sedang menunggu jenazah sang suami, Amiruddin (30).Wanita yang tengah mengandung lima bulan anak keduanya ini enggan meladeni wartawan yang mencoba untuk mewawancarainya. Sesekali dia terbangun dari pangkuan ibundanya, terlihat matanya yang sayup menerawang jauh.Kakak sepupunya Nurhalizah (38) yang duduk di sebelah kiri Zulaidah, terpaksa meladeni pertanyaan wartawan. Wanita berbadan bongsor ini, dengan sabar melayani satu persatu pertanyaan yang diajukan.Dari Nurhalizah inilah, diketahui, bahwa adik sepupunya itu sangat jarang bertemu suaminya Amiruddin yang sudah 9 tahun bekerja sebagai ABK di kapal tanker MT Maulana. Hal itu dapat dimaklumi karena kesempatan bertemu mereka hanya ketika kapal bersandar di aliran sungai Siak saat air sungai tengah surut."Mungkin adiknya saya ini, bisa dibilang hanya bertemu tiga kali dalam sebulan. Itu pun waktunya tidak terlalu lama. Maklumlah, sang suami mesti berlayar setiap hari. Rabu pekan lalu merupakan pertemuan terakhir," terang Nurhalizah.Antara Zulaidah dan Amiruddin sendiri, masih cerita kakak sepupunya ini, menikah sekitar tiga tahun yang lalu. Kini keluarga itu telah dikarunianya seorang putri bernama Nazwa yang baru berusia satu tahun lima bulan. "Dan sekarang adiknya sendiri masih mengandung anak keduanya," tutur Nurhalizah yang sesekali menghapus air mata yang menetes di pipinya.Kabar kecelakaan kapal tanker MT Maulana diketahui keluarga dari sejumlah tetangga. Tetangga mereka menceritakan bahwa ada kapal di mana tempat suaminya berkerja terbakar pada siang hari. Mereka tinggal di Kecamatan Sungai Apit, Bengkalis yang juga merupakan jalur pelayaran kapal MT Maulana. "Awalnya kami tidak percaya kalau suami adik saya menjadi salah satu korbannya. Sebab, di kapal itu kan memang banyak ABK-nya. Kami baru percaya Amiruddin menjadi korban, setelah pihak perusahaan pemilik kapal di Jakarta, menelepon adik saya kalau suaminya memang menjadi salah satu korban terbakar," terang Nurhalizah. Lantas apa yang dijanjikan pihak perusahaan terhadap keluarga atas musibah ini? Menurut, Nurhalizah, pihak perusahaan belum ada membicarakan untuk bantuan apapun. "Kita belum membicarakan hal itu. Pihak perusahaan baru sebatas memberikan ucapan belasungkawa atas musibah itu. Belum ada mereka ngomong soal dana," kata Nur. (cha/djo)


Berita Terkait