Polri: Bom Ambon Bisa Jadi Sinyal RMS Masih Ada

Polri: Bom Ambon Bisa Jadi Sinyal RMS Masih Ada

- detikNews
Kamis, 26 Apr 2007 14:07 WIB
Jakarta - Setelah bom meledak pada Rabu 25 April pukul 20.05 WIT di Ambon, beberapa jam kemudian ledakan kembali terjadi. Sebuah rumah dilempar dengan granat. Warga resah. Siapa yang melakukan?"Dengan memberikan tanda (peledakan) bisa saja mereka ingin menunjukkan bahwa Republik Maluku Selatan (RMS) masih ada. Tetapi bisa saja orang lain yang memanfaatkan, sehingga sepertinya ada aktivitas RMS," ujar Kadiv humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adi Winoto di Mabes Polri, Jl Trunojoyo III, Jakarta Selatan, Kamis (26/4/2007).Dibeberkan Sisno, pukul 03.30 WIT terjadi lemparan granat ofensif di rumah warga Ambon bernama Andre Jasper. Lokasi rumah Andre berada di dekat Jalan Pantai Pasar Mardika, tempat terjadi ledakan bom sebelumnya.Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Hanya atap rumah Andre saja rusak-rusak. Dan kerusakan itu baru diketahui saat polisi melakukan olah TKP.Kini, pihak kepolisian masih memeriksa seorang saksi yang merupakan masyarakat setempat untuk dimintai keterangan mengenai insiden itu."Belum ada hasilnya, karena masih dalam proses penyidikan intensif," imbuh Sisno.Sampai saat ini pihak kepolisian belum menambah pasukan pengaman di Ambon. Pengamanan masih dilakukan dengan mengandalkan pasukan organik yang ada. Hal itu dikarenakan situasi di Ambon yang dinilai relatif aman."Pelaku bukan termasuk dalam jaringan. Karena dilihat dari bom yang meledak adalah bom rakitan. Dan lemparan granat di rumah Andre Jasper indikasinya hanya granat otentik," lanjut Sisno.Dari hasil olah TKP, kepolisian menemukan barang bukti berupa serpihan dari barang-barang yang rusak akibat ledakan. Rencananya, polisi juga akan memeriksa Andre Jasper."Kita masih memeriksa dia itu siapa, dan ada masalah apa. Itu yang akan digali," tukas Sisno. (nvt/umi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads