Korban Lumpur Bakar Keranda Mayat 'Bakrie', Wartawan Disemprot
Kamis, 26 Apr 2007 11:41 WIB
Sidoarjo - Meskipun Bakrie Grup telah mencairkan lebih dari Rp 1,5 triliun untuk menangani masalah lumpur, namun hal itu tidak mampu meluluhkan hati warga korban lumpur di Kecamatan Tanggulangin dan Porong Sidoarjo. Kemarahan korban lumpur dari empat desa di Kecamatan Porong dan Tanggulangin Sidoarjo itu sudah sampai di ubun-ubun. Mereka mendoakan arwah Grup Bakrie bakal tidak diterima di akhirat nantinya. Di tengah demonstrasi yang digelar 2.000 korban lumpur di di DPRD Sidoarjo, ada sebuah happening art yang menyedot perhatian, Kamis (26/4/2007). Sebuah keranda mayat yang bertulisakan 'Antek Lapindo - Bakrie Grup Manusia Serakah' yang diusung oleh perwakilan korban lumpur dari Jatirejo itu disembahyangi di tengah jalan raya. Sekitar 30 orang yang ikut 'salat jenazah' itu menggambarkan keranda itu sebagai Grup Bakrie, pemilik saham Lapindo yang menolak memberikan ganti rugi tunai 100%. "Bakrie telah mengombang-ambingkan nasib warga. Biar saja nanti kalau mati juga jenazahnya akan terombang-ambing," kata seorang warga dalam orasinya. Puas menghujat Lapindo dan Grup Bakrie, sekitar pukul 10.15 WIB, keranda yang telah disiram bensin itu dibakar. Namun tidak hanya Grup Bakrie yang menjadi sasaran kemarahan korban lumpur. Wartawan yang meliput demo itu juga kena semprot. Warga menuding media massa condong kepada Lapindo dalam memberitakan masalah lumpur di Porong. Seorang warga mengancam akan membanting peralatan jurnalistik milik wartawan yang diketahui membela Lapindo dan Grup Bakrie. "Wartawan kalau meliput atau menulis yang benar. Masak warga belum mendapat ganti rugi dikatakan sudah dapat. Kalau nanti saya tahu siapa wartawan itu saya tidak peduli akan saya rampas kamera dan saya banting-banting," kata seorang warga yang berambut gondrong asal Siring sambil menuding para wartawan. Puluhan wartawan yang meliput demo itu hanya diam tidak menanggapi tudingan warga yang emosional itu.
(gik/asy)











































