Impian Warga Perum TAS: Bangun Pesantren Hingga Beli Rumah

Impian Warga Perum TAS: Bangun Pesantren Hingga Beli Rumah

- detikNews
Kamis, 26 Apr 2007 11:34 WIB
Jakarta - Uang muka ganti rugi 20 persen akhirnya disepakati warga Perum TAS I, yang pemukimannya kini menjadi lautan lumpur. Dengan berbekal ganti rugi itu, ada warga yang ingin membangun pesantren, ada juga yang ingin membeli rumah baru. Harapan itu dilontarkan sejumlah warga Perum TAS I, Sidoarjo, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2007)."Uang itu untuk pondok, saya utamakan perjuangan. Untuk beli tanah baru yang agak jauh dari pusat semburan lumpur, sekitar 30-40 kilometer," kata pengasuh Pondok Pesantren Attahdzib KH Abdul Fatah (43) kepada detikcom.Pondok Pesantren Attahdzib dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter. Ponpes yang memiliki 2 lantai ini dihuni 500 santri."Waktu ketemu sama Presiden, Pak Presiden bilang Pak Menko tolong tengok pondoknya Pak Kiai kalau ke Jawa Timur," ujar Fatah menirukan ucapan Presiden SBY.Menurut dia, santrinya kini hanya 70 orang dan diungsikan ke KUD Beringin, Porong. Sebab, sebagian besar santri telah mudik ke rumah masing-masing.Sementara itu, Ira (39) memilih menyimpan dahulu uang muka ganti rugi 20 persen itu. Ira dan keluarganya sementara akan tinggal di rumah kontrakan."Nanti setelah terima yang 80 persen semua baru beli yang baru. Soalnya rumah saya yang tenggelam juga belinya cash, saya tidak pingin beli KPR saya maunya cash soalnya saya tidak biasa," ujarnya.Hal itu setali tiga uang dengan Bu Muchtar. "Saya akan membeli rumah baru yang tidak jauh dari Sidoarjo," katanya. (aan/nrl)


Berita Terkait