Warga Miskin Desak BPK Audit Triliunan Rp Dana Askeskin
Kamis, 26 Apr 2007 11:10 WIB
Jakarta - Puluhan warga miskin dari Persaudaraan Korban Sistem Kesehatan (PKSK) mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit dana Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin (Askeskin) yang jumlahnya triliunan rupiah.Dana Askeskin selama ini dikelola Menkes.PKSK meminta BPK mengaudit dana Askeskin sejak tiga tahun terakhir. Yakni dana Askeskin tahun 2005 sebesar Rp 2,5 triliun, tahun 2006 sebesar Rp 3,6 triliun dan tahun 2007 sebesar Rp 1,8 triliun.Desakan mereka sampaikan lewat aksi demo di depan Gedung BPK, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (26/4/2007) pukul 10.45 WIB.Sebagian warga yang berdemo ini mengaku belum mengantungi kartu Askeskin karena beratnya syarat administrasi yang harus mereka lengkapi. Padahal syarat itu bisa dimanipulasi. Menkes seharusnya melihat fakta di lapangan.Para pendemo yang mengenakan payung hitam itu meminta pemerintah mencari model lagi bagi layanan kesehatan keluarga miskin yang langsung bisa menyentuh keberadaan mereka."Hentikan saja Askeskin. Syarat administratif itu terbukti tidak adil, carut marut. Belum lagi saling tuding tanggung jawab antara Menkes dan pihak Askes," teriak pendemo.Dalam aksi itu, mereka meneriakkan yel-yel. Di payung hitam yang mereka kenakan tertulis sejumlah tuntutan, antara lain "Rp 60 juta belum sehat", "Segera berikan kartu Askeskin".Aksi ini ditanggapi positif oleh BPK. Sekitar 4 perwakilan warga diterima pejabat BPK. Hingga pukul 11.00 WIB, mereka belum keluar dari Gedung BPK.
(umi/nrl)











































