Warga Perum TAS I Mudik
Kamis, 26 Apr 2007 10:38 WIB
Jakarta - Setelah 10 hari bertahan, warga Perum TAS I berangsur-angsur meninggalkan Tugu Proklamasi di Jakarta Pusat dengan menumpang kereta api. 'Hotel' warga korban lumpur ini pun tampak sepi.Sekitar 200 warga Perum TAS I secara bergelombang mudik sejak Rabu 25 April. Mereka memilih menggunakan kereta api dengan tiket yang dibelinya sendiri."Sekarang tinggal 50-60 orang, sudah mulai pulang kemarin siang. Saya pulangnya hari ini. Soalnya tidak enak sama kantor, izin 3 hari tetapi sampai 7 hari tidak masuk," kata Ira (39) di Tugu Proklamasi, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (27/4/2007).Ira mengaku menerima keputusan pemerintah walau dengan berat hati. "Sudah mentok ketemu Presiden, yang penting sudah ada kemajuan. Dipersingkat temponya jadi 1 tahun, sekarang tinggal nunggu saja bulan Mei, nanti cair 20 persen," ujarnya sambil memeluk anak laki-lakinya yang berusia 7 tahun.Ibu Muchtar pun mengatakan hal yang sama. "Kalau saya, pulang menunggu hasil rapat nanti siang. Kalau pulang maka saya ikut pulang, kalau bertahan ya saya ikut bertahan," ujar perempuan yang bisnis kateringnya macet gara-gara lumpur Lapindo ini.Pengamatan detikcom, tenda warna hijau masih berdiri. Bantuan makanan juga masih berdatangan. Warga pagi ini tampak menikmati nasi kotak dengan menu ayam, telor, dan sayur lengkap dengan buah pisang.Ada yang makan di bawah rimbunnya pepohonan. Ada juga yang menikmati sarapan di dalam tenda. Pakaian dan barang milik warga tampak telah dikemas dalam kopor dan kardus.
(aan/nrl)











































