Rakyat Bisa Sinis Jika Reshuffle Cuma Kocok Ulang
Kamis, 26 Apr 2007 09:13 WIB
Jakarta - Reshuffle jilid II akan diumumkan awal Mei. Sejumlah menteri pun telah santer disebut-sebut bakal diganti. Agar masyarakat tak mencibir reshuffle ini, Presiden SBY diingatkan tidak sekadar memenuhi kepentingan politik partai tertentu."Masyarakat bisa sinis kalau ternyata reshuffle hanya pergeseran untuk kocok ulang atau menteri baru yang masuk hanya untuk menambah jumlah orang dari partai tertentu," kata pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali pada detikcom, Kamis (26/4/2007).Langkah terbaik, menteri yang baru itu walaupun nanti ujungnya dari orang partai juga, namun hendaknya berasal dari mereka yang profesional."Kan banyak orang partai yang dari profesional. Nantinya mereka harus membuat target 6 bulan masa kerja, lalu menjelaskan kepada publik. Begitu juga kalau targetnya tidak terpenuhi," jelas Effendi.Dalam komunikasi politik cara itu mampu memunculkan citra yang baik di mata rakyat. "Itu cara yang efektif dan efisien," tandas Effendi.
(ndr/nrl)











































