Cegah Kemacetan, ERP Cara Efektif Tabrak Kantong
Rabu, 25 Apr 2007 23:42 WIB
Jakarta - Volume kendaraan di kota besar seperti Jakarta terus meningkat. Akibatnya kemacetan lalu lintas dari waktu ke waktu semakin bertambah parah. Kondisi ini tidak diimbangi dengan penambahan infrastruktur jalan.Untuk mengatasinya, maka metode pembatasan sistem transportasi perkotaan pun harus diterapkan. Caranya dengan penerapan ERP atau electronic road pricing."Metode pembatasan ini yang paling efektif yaitu hit kantong. Metode yang paling mungkin adalah electronic road pricing," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub), Iskandar Abubakar, usai acara penganugerahan Wahana Tata Graha di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (25/4/2007). Menurut Abubakar, dengan sistem tersebut orang akan berpikir dua kali untuk menggunakan kendaraan pribadi karena akan dikenai tarif apabila melewati jalan tertentu. "Mereka akan berpikir untuk menggunakan angkutan umum yang cepat atau menggunakan kendaraan pribadi saja," ujarnya. Di Inggris, lanjutnya, pengenaan biaya ERP nya sangat tinggi dari seharga 5 Poundsterling ditingkatkan menjadi 8 Poundsterling, terutama untuk masuk ke wilayah dalam kota. "Jadi dia hit kantong, itu penting, karena orang bisa beralih (dari kendaraan pribadi)," tegasnya. Sedangkan untuk mekanismenya, di Inggris kendaraan yang melintasi jalur tertentu nomor kendaraannya akan direkam dengan kamera dan kemudian langsung dimasukkan komputer. Tagihan nantinya akan dikirimkan pada si empunya kendaraan. "Jadi tidak bayar pada hari itu juga, tapi bila tidak bayar akan didenda lebih mahal lagi. Ini efeknya luar biasa, dan mereka langsung tertib," tandasnya.
(nwk/ndr)











































