Ny Puji Rawan Diracuni Janin Langka yang Dikandungnya
Rabu, 25 Apr 2007 17:16 WIB
Surabaya - Kehamilan kembar langka yang dialami Ny Puji Astutik mendapat pengawasan ketat dari Tim Dokter RSU dr Soetomo Surabaya. Sebab dikhawatirkan kesehatan Ny Puji akan terganggu akibat racun yang dikeluarkan dari salah satu janin kembar yang tidak memiliki jantung dan kepala atau acardiac twin itu.Ketua tim dokter yang menangani kehamilan kembar langka, Dr dr Erry Gumilar SpOG(K) RSU dr Soetomo mengatakan, hingga kini tim medis tetap memantau secara intensif Ny Puji. Setelah operasi oklusi atau pembuntuan tali pusat pada janin, tim dokter mewaspadai racun yang bisa menyerang sewaktu-waktu pada tubuh sang ibu. "Kita terus memantau kondisi kehamilannya, apalagi janin yang tidak normal tersebut masih ada di dalam rahim si ibu. Otomatis bila tidak hati-hati, maka sewaktu-waktu bila operasi oklusi yang telah dilakukan bocor, maka janin yang tidak normal akan hidup dan akan terjadi kontraksi," kata dia saat menggelar jumpa pers di ruang pertemuan Kebidanan RSU dr Soetomo, Surabaya, Kamis (25/4/2007). Selain mengantisipasi adanya racun, lanjut Erry, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap bayi yang sehat. Antara lain melakukan pengukuran terhadap lingkar kepala, lingkar perut, dan berat badan yang dicapai bayi normal 1 hingga 1,5 kg. Selain itu juga, mengantisipasi adanya infeksi pasca operasi, pendarahan, komplikasi dan kelainan lain. "Tim dokter juga terus mengeluarkan air ketuban agar cairan di dalam perutnya terus berkurang. Dan target kita, pasien dalam 12 minggu mendatang sudah menjalani persalinan," jelasnya. Hingga kini bayi yang tidak normal tersebut tidak hidup, karena tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen dari bayi normal. Selain itu janin tersebut juga tidak membusuk lantaran posisinya masih di dalam rahim. "Beda lagi bila janin tidak normal berada di luar rahim, maka akan terjadi pembusukan. Tentu saja si ibu akan mengalami infeksi dan lain-lain," tambah dia.
(gik/asy)











































