Ny Puji Pasrah Atas Janin Kembar Langka yang Dikandungnya

Ny Puji Pasrah Atas Janin Kembar Langka yang Dikandungnya

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2007 17:05 WIB
Surabaya - Ibu malang yang mengandung janin kembar langka - salah satunya tidak memiliki jantung dan kepala atau acardiac twin - adalah Ny Puji Astutik (27), warga Jl Amir Mahmud Gunung Anyar Kidul Gg II No 13 Surabaya. Ny Puji pasrah dan berupaya agar satu janin yang sehat bisa berkembang normal. Ny Puji yang kini dirawat di RSU dr Soetomo Surabaya mengaku pada saat hamil muda sempat cemas. Ia dag dig dug, khawatir kehamilan keduanya kembali menuai kegagalan. Sebab pada kehamilan yang pertama, dia cukup kecewa setelah kehamilannya ternyata hamil anggur. Namun alangkah terkejutnya Ny Puji pada Januari 2007 lalu. Saat itu kehamilannya berusia 3 bulan. Saat diperiksakan ke dokter, Ny Puji mengetahui bahwa salah satu janin di dalam perutnya sudah mati, karena tidak memiliki jantung dan kepala.Setelah itu, Ny Puji segera mengonsultasikan masalah kandungannya ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk mengetahui secara pasti kondisi janinnya. Setelah diperiksa dokter, di rahimnya memang ada dua janin, yang salah satunya tidak memiliki kepala dan jantung. Meski perasaannya bercampur aduk, antara senang dan sedih, namun ia tetap berusaha tegar agar kehamilan keduanya ini tetap berjalan aman dan lancar. Oleh dokter pun, dia disarankan untuk menjalani rawat inap. Sebab, perut Ny Puji kian membesar. Selain itu, Ny Puji juga sering merasa sesak dan kesakitan. Dokter pun melakukan upaya operasi agar istri dari Agus Subiantoro (29) tersebut tidak merasa kesakitan. Antara lain, dokter mengeluarkan air ketuban dan melakukan pembuntuan tali pusat atau oklusi pada Kamis (19/4/2007) lalu. "Sebelum operasi saya merasa seperti ada udun yang mau njebrot di perut ini," kata Puji kepada wartawan saat berada di ruang Kebidanan RSU dr Soetomo, Surabaya, Rabu (25/4/2007). Puji mengaku sebelum operasi, dirinya merasakan sesak, berat dan tubuh juga terasa susah untuk digerakkan.Seringkali perut terasa 'kenceng' hingga ia juga susah tidur. Setelah operasi, selain perutnya mengecil, rasa sakit pada perutnya kian mereda. Ia mengaku, hingga kini belum menyiapkan nama sang anak yang diperkirakan lahir pada Juni atau Juli mendatang. Ia lebih memprioritaskan kondisi salah janin yang sehat agar tumbuh sempurna. Dr dr Erry Gumilar Dachlan SpOG(K), ketua tim dokter yang menangani Puji, menjelaskan salah satu janin kembar yang ditangani saat ini memang tidak memiliki jantung dan kepala. "Sedangkan janin lainnya tumbuh dengan sempurna dan lengkap," katanya. Kasus ini baru pertama kali terjadi di Indonesia dan merupakan kasus langka. Setelah tim dokter melakukan oklusi, kondisi janin yang mati dan sehat di dalam perut sang ibu masih baik. "Kita terus mengupayakan agar hasil oklusi atau pembuntuan tali pusat tidak bocor, sehingga kondisi janin yang sehat dan ibunya tetap terjaga," tambah dia. (gik/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads