Lempari KPK dengan Tomat Busuk, 15 Mahasiswa Ditahan
Rabu, 25 Apr 2007 16:18 WIB
Jakarta - Ratusan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI) tak menyangka aksi mereka di depan kantor KPK, Jl Djuanda, Jakarta, berujung bui bagi 15 anggotanya. Padahal hanya gara-gara melempar telur dan tomat busuk."Biasanya kan nggak apa-apa. Melempar bon molotov pun pernah kami lakukan," ujar Ketua GMPI Nafis saat dihubungi detikcom Rabu (25/4/2007).Menurut Nafis, aksi mereka berpangkal saat GMPI melakukan aksi menuntut KPK segera memutuskan laporan atas dugaan kolusi Menkeu Sri Mulyani terhadap wajib pajak Paulus Tumewu. Paulus merupakan Presiden Direktur Ramayana. Dia meminta Menkeu mengeluarkan 'surat sakti' untuk tidak membayar pajak sebesar Rp 399 miliar.Nafis mengaku, pihaknya telah melaporkan dan mengumpulkan bukti kepada KPK sejak beberapa bulan lalu. Tidak mendapat tanggapan, aksi pun dilakukan di KPK dengan melempari telur dan tomat busuk.Para pegawai KPK tidak terima dengan aksi GMPI. Salah satu staf KPK meminta pihak Polsek Gambir yang mengawal aksi mereka menangkap beberapa mahasiswa.Nafis mengungkapkan, polisi sempat mengintimidasi mereka sebelum 15 temannya ditangkap. "Aksi kalian dibayar sama siapa," beber Nafis menirukan ucapan salah satu intel polisi.Kini, 15 mahasiswa itu masih mendekam di Polresta Jakarta Pusat, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat. Nafis mengaku belum menjenguk temannya itu.
(nik/sss)











































