Hidayat: Reshuffle Ajang Pembuktian SBY Tidak Penakut

Hidayat: Reshuffle Ajang Pembuktian SBY Tidak Penakut

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2007 16:13 WIB
Surabaya - Ketua MPR Hidayat Nurwahid menilai reshuffle kabinet awal Mei 2007 bisa menjadi momentum bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membuktikan dirinya bukanlah orang peragu atau penakut. Ini momentum yang harus dimanfaatkan SBY. Hal ini dikatakan Hidayat Nurwahid usai menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Polemik Amandemen UUD 1945 di ruang 303 Gedung A Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya, Rabu (25/4/2007). "Beliau sudah menyatakan Mei akan dilakukan reshuffle. Jadi ini adalah forum yang sangat baik untuk menunjukkan bahwa beliau bukan peragu. Beliau bisa mengambil keputusan yang tegas," kata Hidayat.Hidayat juga berharap agar rencana reshuffle tersebut tidak lagi sebuah bahan canda di tengah masyarakat. "Jangan sampai muncul guyonan may be yes, maybe no atau may Mei atau may April," ujar politisi asal PKS ini.Mantan Presiden Partai Keadilan ini berharap reshuffle ini benar-benar dijadikan paradigma untuk meningkatkan kinerja dan merealisasikan janji-janji selama kampanye. Dia berharap reshuffle ini bukan karena adanya desakan dari partai politik tertentu. Dia berharap pembantu presiden yang diganti nantinya adalah menteri yang memiliki track recordreshuffle yang terakhir dan ini akan berkaitan dengan kinerja presiden sendiri," harap dia. Hidayat menambahkan problem bangsa ini bukan hanya pada para menteri, tapi juga pada kekompakan Presiden dan Wakil Presiden serta dukungan birokrasi pada para menteri. "Jadi kalau reshufflle dilakukan juga, harus ada komitmen konsekuensi kebersamaan antara Presiden dan Wakil Presiden dan keharusan hubungan birokrasi kepada para menteri agar bisa maksimal bekerja," ujar dia. Ketika disinggung siapa saja menteri yang harus diganti, Hidayat mengatakan, dirinya tidak punya kewenangan untuk melakukan kajian. "Saya serahkan pada presiden untuk melaksanakan hal tersebut," tegas Hidayat yang tidak mempersoalkan calon menteri dari parpol atau kalangan profesional. (gik/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads