Menneg PAN: Pembenahan IPDN Jangan Hanya Tambal Sulam
Rabu, 25 Apr 2007 15:00 WIB
Solo -
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) Taufiq Effendi berharap pembenahan IPDN tidak dilakukan secara tambal-sulam seperti biasanya. Pembenahan mendasar perlu dilakukan di kampus para calon birokrat tersebut. "Kita tunggu rekomendasi tim evaluasi IPDN yang dipimpin Pak Ryaas Rasyid. Pemerintah sangat serius menangani hal ini. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah tidak mengirim mahasiswa baru selama masa evaluasi dan pembenahan itu," ujar dia kepada wartawan usai pembukaan workshop Best Practices Reformasi Birokrasi di Hotel Quality, Solo, Rabu (25/4/2007). Dia berharap rekomendasi yang diberikan tim nantinya adalah pembenahan yang mendasar menyangkut berbagai hal di dalam kampus IPDN. Sebab dengan pembenahan yang disebutnya tambal-sulam seperti selama ini ternyata sama sekali tidak mempengaruhi sistem dan pola pendidikan di IPDN. Saat ditanya apakah mungkin IPDN akan menghasilkan birokrat yang profesional dan mumpuni jika penyampaian teori dalam perkuliahan hanya mencapai 30 persen dan sisanya adalah latihan fisik, Taufiq justru menyarankan agar tim evaluasi juga mengkaji temuan itu sebagai bahan kajian untuk pembenahan. Tentang kemungkinan lulusan IPDN juga diseleksi dalam penerimaan PNS, Taufiq menilai hal itu sebagai langkah yang berbelit-belit. "Jika sudah dinyatakan lulus dari kampusnya (IPDN) maka dia sudah dinyatakan lolos menjadi PNS," demikian Taufiq Effedi.
(mbr/asy)










































