Singapura Muluskan Ekstradisi karena Incar Kerjasama Militer

Singapura Muluskan Ekstradisi karena Incar Kerjasama Militer

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2007 13:35 WIB
Jakarta - Selama 30 tahun Singapura mengatung-ngatungkan pembahasan tentang ekstradisi dengan Indonesia. Sikap lunak Singapura saat ini diyakini banyak kalangan karena Negeri Singa itu punya agenda tersembunyi.Guru Besar Hukum Internasional UI Prof DR Hikmahanto Juwana melihat hal ini tidak ada kaitannya dengan larangan ekspor pasir dan masalah perbatasan yang banyak disinggung.Kedua hal itu dianggap tidak terlalu signifikan jika dijadikan dasar mulusnya rencana penandatanganan kesepakatan ekstradisi RI-Singapura pada 27 April 2007."Saya justru melihat semata-mata karena Singapura ingin perjanjian kerjasama militer dengan Indonesia diperpanjang. Singapura bersedia tanda tangan dengan catatan perpanjangan perjanjian militer ditandatangani juga," ujar Hikmahanto kepada detikcom, Rabu (25/4/2007).Perpanjangan perjanjian militer sangat penting bagi Singapura mengingat negeri itu sangat membutuhkan lahan untuk latihan perang anggota militernya."Ada beberapa hal yang membuat perjanjian kerjasama militer bisa diperpanjang. Jadi tidak ada hubungannya dengan larangan ekspor pasir atau pun soal perbatasan," kata dia.Sebelumnya Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean menyatakan, Indonesia dan Singapura akan memulai kembali pelatihan militer sesuai kesepakatan baru kedua negara.Kesepakatan itu juga akan ditandatangani bersamaan dengan penandatanganan perjanjian ekstradisi di Istana Tampak Siring, Bali pada 27 April. (umi/sss)


Berita Terkait