Polisi Yakin Kasus Telepon 'Orang Mati' Hanya Iseng
Rabu, 25 Apr 2007 13:16 WIB
Semarang - Meski belum menemukan titik terang dalam mengungkap kasusnya, polisi yakin telepon dari orang mati kepada pasutri Bambang Sugiarto (50) dan Indriyati (28) hanya iseng belaka. "Kita pasti selidiki kasus ini dan bekerja secara rasional. Tidak mungkin orang mati bisa menelepon. Itu ulah orang iseng saja," kata Kapolres Semarang Selatan AKBP Abdul Hafidh Yuhas kepada detikcom melalui ponsel, Rabu (25/4/2007).Kapolres menjelaskan, selain iseng, bisa saja pelaku punya motif tertentu. Hal itu bisa diketahui jika pelaku sudah ditangkap. Saat ini, polisi terus meneliti keterangan korban yang telah disampaikan sebelumnya. Ketika ditanya bagaimana pelaku bisa mengetahui aktivitas dan seluk beluk korban, Kapolres menambahkan, hal itu bukan hal aneh. Karena bisa saja pelaku mempelajari korban beberapa waktu sebelumnya."Di kuburan, misalnya. Bisa saja, pelaku bersembunyi, naik pohon, atau yang lain sambil telepon dan mengatakan aktivitas korban yang tengah di kuburan," jelasnya.Kapolres mencontohkan, TPU Genuk Baru merupakan kawasan yang ramai. Di sekitarnya ada banyak rumah. Hal itu memungkinkan pelaku mengawasi saat korban mengecek alamat pelaku di TPU."Orang bisa melihat hal ini secara irasional, tapi kami tidak. Kami berpikir logis saja. Orang mati tak mungkin telepon melalui ponsel," tegas dia. Sebagaimana diketahui, pasutri Bambang Sugiarto (50) dan Indriyati (28), warga Kalilangse RT 02 RW V Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang mengaku ditelepon perempuan berinisial Wyn. Setelah dicek Wyn telah meninggal empat tahun silam dan dikubur di TPU Genuk Baru, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.
(try/asy)











































