Pelatihan Militer RI-Singapura Akan Dimulai Kembali
Rabu, 25 Apr 2007 12:54 WIB
Singapura - Indonesia dan Singapura akan memulai kembali pelatihan militer sesuai kesepakatan baru kedua negara. Demikian diumumkan Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean.Pelatihan militer itu disampaikan menyusul pengumuman perjanjian ekstradisi antara kedua negara tetangga tersebut."Itu artinya kita akan bisa melanjutkan pelatihan dan juga memperluas pelatihan itu," ujar petinggi negeri Singa itu seperti dikutip harian The Straits Times.Kesepakatan mengenai pelatihan militer itu akan ditandatangani pada Jumat 27 April mendatang di Bali bersamaan dengan penekenan perjanjian ekstradisi kedua negara.Mengenai perjanjian ekstradisi RI-Singapura, kesepakatan itu akan diharapkan membantu menyeret para pejabat dan pengusaha yang dituduh korupsi ke pengadilan.Pemerintah Singapura membantah tudingan anggota legislatif RI bahwa negara itu digunakan oleh para koruptor Indonesia untuk pencucian uang. Mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew mengaku tak khawatir jika para konglomerat Indonesia menarik uang mereka dari perbankan atau pasar properti Singapura menyusul perjanjian ekstradisi ini."Tolong diingat bahwa sektor finansial tidak dibangun dengan uang Indonesia," cetus Lee yang menjabat posisi berpengaruh di kabinet sebagai Menteri Penasihat. "Uang Indonesia tidak lebih dari dua hingga tiga persen," imbuh bapak pendiri Singapura itu.
(ita/nrl)











































