Jalan Raya Porong 'Berlumpur' Siap Dibuka Kembali

Jalan Raya Porong 'Berlumpur' Siap Dibuka Kembali

- detikNews
Rabu, 25 Apr 2007 11:58 WIB
Surabaya - Setelah ditutup total selama hampir 3 minggu akibat tergenang lumpur panas, Jalan Raya Porong arah Sidoarjo menuju Malang akan dibuka kembali untuk umum Kamis (26/4/2007) malam. Jalur ini sudah dinyatakan aman dari genangan air lumpur. "Rencanaya besok pukul 19.00 jalan sudah bisa dibuka. Hari ini tinggal memastikan air lumpur kering serta perbaikan jalan yang berlubang," kata Wakil Kepala Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Hardi Prasetyo, kepada detikcom, Rabu (25/4/2007).Menurut dia, pembukaan jalur akses perekonomian Jawa Timur ini dilakukan setelah BPLS berhasil membuat 2 tanggul sebagai penahan luapan lumpur yang berada di sisi barat rel kereta api Desa Ketapang serta sisi timur rel sepanjang 800 meter.Meski Jalan Raya Porong akan segera dibuka kembali, namun menurut Hardi, jalur tersebut belum bisa digunakan sepenuhnya oleh masyarakat. Sebab, BPLS saat ini masih melakukan konsentrasi perbaikan tanggul yang berada di sekitar Desa Ketapang."Untuk sementara jalur menuju Malang hanya dibuka malam hari. Untuk paginya jalur tersebut masih dibutuhkan untuk lalu lintas truk sirtu serta alat berat," ujarnya.Dengan kondisi demikian, maka Jalan Raya Porong menuju Malang baru bisa kembali normal untuk dilewati masyarakat setelah 8 hari kemudian. "Setelah itu jalan bisa dibuka normal selama 24 jam bagi masyarakat," tambah Hardi.Sementara itu, meski BPLS berhasil menyelesaikan tanggul di sepanjang sisi rel di Desa Ketapang, Hardi mengaku saat ini pihaknya masih mempunyai kelemahan dengan terkendalanya pembuatan tanggul di sepanjang Desa Siring, Kecamatan Porong. Warga menolak pembuatan tanggul. Menurut Hardi, apabila di sepanjang Desa Siring tidak segera dibuat tanggul, maka jalan akan kebanjiran lumpur lagi yang meluber dari desa tersebut. "Titik lemah kita masih di Desa Siring, karena warga di sana menolak desanya dibuat tanggul. Kalau mereka tetap bertahan, kita takut jalan ini nantinya kebanjiran lumpur lagi," ujar Hardi. (bdh/asy)


Berita Terkait