Cho Seung-Hui Punya Fantasi Seks Tak Terkendali
Rabu, 25 Apr 2007 11:20 WIB
Virginia -
Beberapa fakta mengenai Cho Seung-Hui, pelaku pembantaian Virginia Tech terungkap. Pemuda berusia 23 tahun itu diketahui memiliki fantasi seksual porno yang tak terkendali.Selain pernah menguntit dua mahasiswi universitas AS itu, Cho juga pernah melakukan pelecehan seksual di Virginia Tech. Pria penyendiri itu terobsesi dengan kaki indah para gadis. Buktinya, Cho pernah kedapatan memotret kaki dan lutut sejumlah mahasiswi dari bawah meja dengan telepon genggamnya.Demikian diungkapkan sumber-sumber di Virginia Tech seperti diberitakan LifeSiteNews.com, Rabu (25/4/2007).Semasa kuliah, Cho sempat mengundang kekhawatiran dosen dan mahasiswa lainnya terkait karya-karya dramanya yang sarat dengan kekerasan dan pembunuhan. Bahkan gara-gara tulisan Cho yang mengerikan dan aneh itu, seorang pengajar Cho, Profesor Nikki Giovanni, menyuruh Cho menjalani konseling kejiwaan. Bahkan profesor itu mengancam akan berhenti jika Cho tidak dikeluarkan dari kelasnya. Giovanni pernah menyebut Cho "jahat".Dan kenyataannya, Cho memang pernah dimasukkan ke fasilitas kesehatan jiwa karena dianggap mengalami gangguan mental.Melihat catatan Cho yang tidak bagus itu, banyak pihak yang mengecam pihak Virginia Tech karena membiarkan pemuda itu tetap kuliah di kampus itu. Apalagi dia jelas-jelas pernah memotret para gadis dari bawah meja."Ini pelecehan seksual yang dimotivasi oleh pornografi massif yang jauh di luar norma-norma," kata Dr. Judith Reisman, pakar AS mengenai pornografi. Menurut Reisman, Cho memiliki kecanduan pornografi yang memicu kemarahan dalam otaknya yang memang sudah tak seimbang akibat obat-obatan penenang yang diminumnya. Reisman adalah periset terkenal soal pornografi yang pernah mendokumentasikan hubungan antara pornografi dengan kejahatan keji. Dia menyesalkan sikap Virginia Tech yang tidak tegas menghadapi Cho.Bukannya mengusir Cho, Virginia Tech malah membiarkan pemuda itu menghirup udara bebas di kampus. Sampai akhirnya tragedi itu terjadi. Cho yang bak bom waktu itu pun meledak. Korban jiwa pun berjatuhan dalam aksi penembakan brutalnya 16 April lalu yang menewaskan 32 orang.
(ita/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































