First Lady Meksiko Turun Jalan Protes DPRD Legalkan Aborsi
Rabu, 25 Apr 2007 09:39 WIB
Mexico City - Aborsi kini legal di Ibukota Meksiko. Selasa 24 April, badan legislatif Mexico City akhirnya sepakat untuk mengikuti langkah Kuba menghalalkan aborsi. Dengan peraturan itu, aborsi menjadi legal dalam trimester pertama di Mexico City. Padahal, di seluruh wilayah negara Meksiko, aborsi masih terhitung melawan hukum. Aborsi hanya legal dalam kasus perkosaan dan kehamilan berisiko tinggi.Peraturan itu ditentang keras oleh kalangan Gereja Katolik Roma. Perlawanan juga ditunjukkan Partai Konservatif. Bahkan seperti dilansir AFP, Rabu (25/4/2007), istri Presiden Meksiko, Felipe Calderon, ikut serta dalam aksi protes.Legalisasi aborsi merupakan hasil perdebatan alot para legislator selama tujuh jam. Hasilnya, 46 suara mendukung, 19 menolak dan satu abstain. Suara dominan di kursi legislatif ini berasal dari Partai Revolusi Demokratik yang beraliran kiri. Selama 66 anggota badan legislatif bersidang, dua kubu demonstran terus melakukan aksi di luar gedung. Mereka adalah kubu pendukung dan kubu penentang. Polisi pun disebar untuk memisahkan dua kubu itu agar tak mendekati pintu masuk gedung. Massa pro aborsi membawa poster 'The Right to Decide', sementara yang anti-aborsi menyanyikan lagu 'No to Abortion, Yes to Life'. "Perempuan memiliki hak untuk memutuskan sebelum mengandung bayi, bukan sesudahnya," kata salah seorang demonstran, Christina Benaviles (43). Data pemerintah menyebut setiap tahunnya, sekitar 100 ribu wanita Meksiko telah melakukan aborsi. Namun kalangan LSM mengklaim angka aborsi sebenarnya telah mencapai 500 ribu tiap tahunnya.
(fiq/nrl)











































