RI Desak Pengembalian Aset Korut
Selasa, 24 Apr 2007 20:06 WIB
Jakarta - Pemerintah RI mendesak negara-negara forum Six Parties Talk konsekuen memenuhi kewajibannya masing-masing. Agar penyelesaian damai krisis Semenanjung Korea berjalan maju."Yang penting janji-janji pada pertemuan 13 Februari lalu itu ditindaklanjuti dan jangan sampai menjadi hambatan baru agar proses ini lebih maju," kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal (24/4/2007).Hal itu disampaikan Dino usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan kerja Wakil Menlu Korea Utara, Kim Yong Ill di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta.Salah satu hasil pertemuan dua bulan lalu adalah kesediaan Pemerintah AS mencabut kebijakannya membekukan seluruh aset milik Pemerintah Korea Utara di luar negeri. Termasuk dana sebesar US 23 juta dolar yang tersimpan di sebuah rekening bank di Makau, Cina"Menurut Pemerintah AS itu sudah dibuka sehingga bisa diambil. Tapi masalahnya sejauh ini Pemerintah Korut belum bisa mengambilnya. Terakhir Korsel menawarkan bantuan untuk itu," jelas Dino.Selain perkembangan proses penyelesaian krisis nuklir Korut dan reunifikasi dengan Korsel di atas, pertemuan selama hampir satu jam tersebut juga menyinggung keinginan Pemerintah Korut meningkatkan hubungan bilateralnya dengan RI."Terutama peningkatan kerjasama bidang ekonomi, energi dan teknik," imbuh Dino.
(lh/ken)











































