Datangi FPAN, Korban Lumpur Lapindo 'Ancam' Tiru Amrozi

Datangi FPAN, Korban Lumpur Lapindo 'Ancam' Tiru Amrozi

- detikNews
Selasa, 24 Apr 2007 16:31 WIB
Jakarta - Berbagai upaya telah dilakukan korban lumpur Lapindo, warga Perum TAS I, untuk mendapatkan ganti rugi cash and carry. Namun tetap belum terpenuhi. Mereka pun mengaku bisa kalap, bahkan bisa meniru langkah sang pelaku bom Bali I, Amrozi.Hal itu diutarakan salah seorang korban, Sulaiman, saat diterima pimpinan FPAN di ruang pertemuan FPAN, lantai 20 Nusantara I, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/4/2007)."Kami sudah meminta dengan baik-baik, sampai demo ke Istana. Kalau cara ini belum mendapatkan respons, apakah saya harus seperti Amrozi. Sulaiman bisa melakukan seperti di Bali," cetus Sulaiman.Pernyataan Sulaiman ditambahkan oleh seniman Franky Sahilatua yang ikut mendampingi para korban."Mereka tidak bisa menunggu lagi. Apa sih beratnya mereka (pemerintah) memberikan ganti rugi cash and carry? Kalau tidak bisa, PAN harus mengupayakan interpelasi, kenapa (pemerintah) tidak bisa menangani hal seperti ini," cetus Franky.Selain Franky, ikut mendampingi pula mantan Ketua KIPP Ray Rangkuti dan akademisi Yudi Latif. Bersama-sama, mereka ikut mendesak FPAN untuk serius memperjuangkan nasib para korban.Menanggapi itu, Ketua FPAN Zulkifli Hasan sepakat dengan ganti rugi cash and carry. Tidak peduli apakah dana itu dari pemerintah atau yang lain, karena jiwa manusia harus diutamakan penanganannya."Pemerintah dan Lapindo agar tidak saling melempar tanggung jawab. Segera ini diselesaikan. Langsung dibayar," ujar Zul.Sementara usulan interpelasi, menurut Zul, akan bermuatan politis dan membutuhkan waktu. "Kita bisa saja interpelasi, tapi kan itu lama prosesnya. sementara masyarakat butuh cepat," tandas Zul. (aba/sss)


Berita Terkait