Korban Lumpur Lapindo Gelar Aksi Mengemis Bersama, Kamis
Selasa, 24 Apr 2007 16:23 WIB
Sidoarjo - Lantaran belum ada kejelasan ganti rugi dari Lapindo Brantas Inc, warga korban lumpur dari empat desa Kecamatan Porong dan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo akan menggelar aksi 'Mengemis Bersama' Kamis (26/4/2007). Aksi untuk menekan Lapindo Brantas ini sekaligus diharapkan bisa masuk Museum Rekor Indonesia (MURI). Sasaran 'mengemis' massal itu adalah Pendopo Kabupaten Sidoarjo, DPRD Kabupaten Sidoarjo, dan Kantor Gubernur Jawa Timur (Jatim). "Ganti rugi 20 persen katanya dibayarkan awal Maret, kok sampai sekarang belum dilakukan. Untuk itu kita akan aksi mengemis bersama," kata Ahmad Yusuf, perwakilan warga Desa Kedung Bendo RT IV RW III saat ditemui di depan Balai Desa Ketapang, Tanggulangin Sidoarjo, Selasa (24/4/2007). Kesepakatan itu telah disepakati oleh perwakilan empat desa dalam rapat yang berlangsung Senin (23/4/2007) malam. "Aksi ini akan diikuti oleh 2 ribu korban lumpur. Aksi ini dilakukan agar masyarakat Indonesia mengetahui jika warga lumpur selama ini menderita," ujar Achmad.Achmad Yusuf juga berharap aksi 'Mengemis Bersama' nantinya bisa tercatat dalam rekor MURI. "Siapa tahu aksi ngemis bareng bisa masuk rekor MURI," katanya.Rencana ajakan 'Mengemis Bersama' ini sudah disosialisasikan melalui selebaran-selebaran yang berisi ajakan kepada warga korban lumpur yang disebar di beberapa desa korban lumpur. Sejumlah pohon juga menjadi sasaran tempelan selebaran berwarna putih itu. Pengamatan detikcom, selebaran itu berisi ajakan warga korban lumpur untuk merapatkan barisan 'Mengemis Bersama' di jalan menuju Pendopo Sidoarjo hingga Pemprov Jatim. Warga diminta berkumpul di depan Desa Ketapang Keres pukul 07.30 WIB, Kamis (26/4/2007). Selain itu warga juga diimbau mengenakan pakaian yang compang camping dan membawa kaleng.
(gik/asy)











































