Mensos Disambut Gas Beracun di Pusat Semburan Lumpur
Selasa, 24 Apr 2007 15:53 WIB
Sidoarjo - Rombongan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah gagal menyaksikan pusat semburan lumpur di Porong Kabupaten Sidoarjo. Sebab, tekanan gas beracun H2S di pusat semburuan lumpur cukup tinggi. Tanggul utama juga masih rawan luapan lumpur. Mensos yang berniat mendekati pusat semburan terpaksa hanya bisa melihat lautan lumpur dari Pos I Desa Siring, Selasa (24/4/2007). Menurut keterangan petugas dari Fergaco, tekanan gas H2S di sekitar pusat semburan berada di atas ambang batas aman. Pantauan di lapangan, H2S mencapai 21 Ppm. Padahal ambang batas harus di bawah angka itu. "Ini demi keamanan saja. Selain tekanan gas tinggi, lokasi tanggul utama juga rawan setelah terjadi meluap. Jadi saya minta agar untuk sementara tidak ada yang mendekat ke pusat semburan dulu," terang Soffian Hadi, Deputi Operasi Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS). Namun, lanjut Soffian, gas H2S itu belum membahayakan karena akan melebur dengan angin. Mensos yang didampingi Bupati Sidoarjo Win Hendrarso dan Ketua BPLS Sunarso sebelumnya juga mengunjungi pengungsi di Balai Desa Ketapang Keres Tanggulangin. Rencananya Mensos juga ke lokasi Pasar Baru Porong. Ketika menemui pengungsi di Ketapang Keres, Mensos menjelaskan soal ganti rugi yang telah ditetapkan melalui Perpres No 14 Tahun 2007. Sesuai ketentuan itu, warga akan menerima uang muka 20% dan sisa pelunasannya akan dibayarkan paling lambat satu bulan sebelum masa kontrak dua tahun selesai. "Saya memohon kalau sudah sepakat dengan uang muka 20% tolong dipatuhi. Karena dalam waktu singkat akan kita selesaikan," pinta Mensos. Mensos juga menyatakan akan berusaha keras agar tahapan pembayaran yang dijanjikan Lapindo bisa dilaksanakan secepat mungkin. "Kita usahakan secepatnya. Mungkin dalam waktu dua minggu lagi akan bisa dicairkan," kata Mensos.
(gik/asy)











































