Diultimatum Menhub, Proses KA Bandara Diupayakan Kelar 2007
Selasa, 24 Apr 2007 15:12 WIB
Jakarta - Sumber pembiayaan kereta api bandara Manggarai-Seokarno Hatta sampai saat ini masih dicari. Sebab, biaya pembangunan rel baru dari Kalideres ke Soekarno-Hatta sepanjang 9,3 km saja menghabiskan dana sekitar Rp 1 triliun."Masih dicarikan," kata Dirut PT Rail Link Masjraul Hidayat dalam keterangan pers di sebuah restoran di Jalan Batu Ceper, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2007).PT Rail Link, menurut Masjraul, masih mencari investor untuk proyek kereta api bandara ini baik dari investor asing maupun lokal. "Kalau investor dalam negeri mau, kenapa tidak," lanjutnya.Mengenai adanya ultimatum Menhub Hatta Rajasa yang akan mengambil alih proyek kereta api bandara ini, Masjrul justru mengatakan mengatakan hal itu menjadi pemicu PT Rail Link untuk bekerja lebih keras lagi."Apapun yang dikatakan Menhub itu jadi pemicu," cetus dia.Terkait perkembangan pekerjaan kereta api bandara, kini PT Rail Link sedang membahas rencana detail engineering design (DED) dan masalah pembebasan lahan, selain tetap mencari sumber pembiayaan. Pria berkacamata ini berjanji pada akhir tahun 2007, pekerjaan tersebut akan selesai."Untuk DED dan pembebasan lahan, kita sudah rapat dua kali dengan Pemprov DKI. Dan mereka sangat responsif. Setelah pekerjaan semua selesai, bisa langsung dilanjutkan dengan pekerjaan konstruksi. Targetnya, pada pertengahan 2009 sudah bisa beroperasi," tukas Masjrul.PT Rail Link adalah anak perusahaan PT KA dan PT Angkasa Pura yang bertugas mengerjakan proyek kereta api bandara. Kepemilikan saham PT KA di perusahaan itu adalah 60 persen, sedangkan AP II adalah 40 persen.Pada Jumat 20 April lalu, Menhub mengancam akan mengambil alih proyek KA Bandara dari PT Rail Link. Sebab hingga saat ini belum ada perkembangan penting dari proyek tersebut.
(nvt/ana)











































