Hamid dan Yusril Tanggapi Aliran Euro 30 Ribu
Selasa, 24 Apr 2007 15:12 WIB
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaludin terus digeber isu tak sedap. Diduga ada uang Euro 30 ribu yang masuk ke rekening ke Depkum dan HAM dari produsen alat identifikasi sidik jari dari Jerman. Yusril dan Hamid menanggapi soal ini. "Ya tentu akan saya cari tahu. Kita lihat aturan mainnya bagaimana," ujar Hamid menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/4/2007). Hamid justru mengaku baru tahu mengenai adanya aliran dana tersebut dari pertanyaan yang diajukan wartawan. Karena itu, ia belum bisa memastikan apakah benar ada aliran dana sebesar itu ke departemenya. "Baru hari ini saya tahu dari Anda. Saya sendiri tidak tahu dari mana dan apa latar belakangnya," ujar dia. Sementara di tempat yang sama, Yusril meminta tudingan itu dibuktikan saja. "Buktikan saja!" kata Yusril yang mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan itu singkat. Kasus pengadaan alat identifikasi sidik jari di Depkum dan HAM ini diduga berbau korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kasus ini. Yusril juga sudah pernah diperiksa.
(lh/asy)











































