Kreator Busway Bogota:
Bangun Jalan di Jakarta Seperti Menyiram Minyak ke Api
Selasa, 24 Apr 2007 13:31 WIB
Jakarta - Kemacetan di Jakarta mendapat perhatian serius mantan Walikota Bogota, Kolombia, Enrique Penalosa. Busway dianggap solusi tepat mengurai kemacetan di DKI. Pembangunan jalan hanya sia-sia belaka."Langkah Pemprov Jakarta menerapkan sistem busway sudah sangat tepat. Hanya itu satu-satunya solusi yang bisa diterapkan untuk kota besar seperti Jakarta," ujar konseptor bus rapid transit (BRT) Bogota itu.Penalosa menyampaikan pendapatnya dalam seminar mengenai BRT di Hotel Mandarin, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/4/2007)."Kemacetan tidak bisa ditanggulangi dengan cara membangun jalan. Itu sama dengan menyiram api pakai minyak," tandasnya.Pembangunan jalan, imbuh dia, hanya akan mendorong orang terus membeli mobil. "Bogota dulu memilih menolak dana 10 miliar dolar AS yang diusulkan untuk membangun jalan raya. Kami lebih suka membatasi penggunaan mobil umum dan menciptakan angkutan umum yang berkualitas daripada membangun jalan raya," bebernya.Sistem BRT yang diterapkannya di Bogota cukup efektif untuk mengurangi kemacetan. Saat ini Transmilenio -- buswaynya Bogota -- telah menjangkau 1,6 juta orang per harinya. 20 Persen dari jumlah penumpang memiliki mobil pribadi."Tapi masyarakat sudah sadar. Mereka tidak mau terjebak kemacetan, lebih memilih menggunakan kendaraan umum," ujar dia.Di kota maju, kesadaran menggunakan kendaraan umum daripada mobil pribadi diakuinya sangat tinggi. Dia mencontohkan kebiasaan seorang jutawan di London yang tidak keberatan menggunakan angkutan umum bersama orang lain.Dari data yang dimilikinya, 92 persen orang di London menggunakan angkutan umum. Demikian juga dengan penghuni Manhattan di Amerika Serikat yang 90 persennya lebih senang menggunakan transportasi publik daripada mobil pribadi.Saat dimintai komentarnya soal pengoperasian Transjakarta dibandingkan Transmilenio, Penalosa menegaskan, kedua transportasi ini tidak bisa diperbandingkan. "Keduanya masih harus belajar, tapi saat ini Transmilenio menjangkau penumpang sangat banyak," kata dia.
(umi/sss)











































