Pembunuh Ana 'Jamu Maut' Dihadiahi Bogem Saat Rekonstruksi
Selasa, 24 Apr 2007 12:40 WIB
Sleman - Setelah beberapa waktu kuburan Ana Suryaningsih dibongkar, kini Polsek Turi, Sleman, DI Yogyakarta, merekonstruksi kematian perempuan 32 tahun yang diracun selingkuhannya dengan jamu maut itu.Rekonstruksi berlangsung sekitar 2 jam pukul 09.00-11.00 WIB, Selasa (24/4/2007).Dari 50 adegan yang harusnya diperagakan, hanya 39 adegan saja yang bisa digelar. Karena saat rekonstruksi dilakukan di rumah Ana, keluarga Ana tampak emosi. Mereka sempat melayangkan tendangan dan pukulan kepada Sarmono, sehingga rekonstruksi terpaksa dihentikan.Rekonstruksi diawali saat Sarmono membeli jamu pelancar haid di rumah tabib Maimun Yakob di Desa Gulon, Salam, Magelang.Kemudian dilanjutkan menuju tempat pembelian racun sianida di salah satu toko obat pertanian di Pasar Tempel, Jalan Magelang Km 20.Dari tempat pembelian racun, rekonstruksi dilanjutkan di rumah tersangka di Dusun Manggungsari, Desa Wonokerto, Turi, Sleman.Di rumah Sarmono, tersangka menunjukkan kepada petugas cara meracik obat pelancar haid dan racun. Saat adegan itu diperagakan, istri tersangka langsung menangis histeris.Dari rumah tersangka, rekonstruksi kemudian dilanjutkan ke rumah korban di Dusun Imorejo yang jaraknya sekitar 700 meter dari rumah tersangka. Di rumah Ana diperagakan saat tersangka menyimpan jamu dan racun tersebut di tempat yang telah disepakati bersama Ana.Dari rekonstruksi tersebut, Sarmono terlihat melemparkan bungkusan jamu maut di dekat pohon beringin yang berdiri di sebelah rumah Ana dari atas motornya yang sedang melaju.Namun ketika rekonstruksi akan dilanjutkan ke dalam rumah Ana, beberapa keluarga Ana sempat emosi. Karena situasi yang tidak kondusif, aparat keamanan berinisiatif mengamankan Sarmono ke dalam mobil.Belum sempat memasuki mobil, Sarmono mendapat tendangan dan pukulan dari keluarga Ana, sehingga rekonstruksi yang ditonton ratusan warga itu terpaksa dihentikan.Kapolsek Turi AKP Sukanto mengatakan, rekonstruksi hari ini baru sampai adegan 39 dari 50 adegan. "Kita hentikan karena situasinya tidak memungkinkan," kata dia.
(umi/sss)











































