Ical, Yusril, Hamid Layak Reshuffle
Selasa, 24 Apr 2007 08:30 WIB
Jakarta - Reshuffle oleh Presiden SBY awal Mei mendatang, menggulirkan banyak nama. Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Menkum HAM Hamid Awaludin dianggap layak untuk direshuffle."Secara keilmuan, Pak Hamid cukup mumpuni, namun yang jadi masalah adalah hilangnya kepercayaan publik terkait dengan banyaknya kasus korupsi yang ia hadapi. Termasuk kasus korupsi KPU," ujar ahli Hukum Tata Negara UGM Denny Indrayana saat dihubungi detikcom, Selasa (24/4/2007).Selain Hamid, Denny juga mengusulkan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra dan Menko Kesra Aburizal Bakrie untuk diresuffle. Mereka mempunyai ladang bisnis yang harusnya tidak boleh dimiliki oleh seorang menteri."Menteri-menteri yang tidak menjalankan visi misi pemerintahan yang baik atau punya relasi dengan pengusaha harus diganti, seperti Aburizal Bakrie, dan Yusril dengan law firm-nya," kata Denny.Denny menambahkan, reshuffle harus ditujukan kepada para menteri yang tidak memenuhi dua syarat, yakni kapasitas keilmuan dan kapasitas moral. "Dari mana dia berasal tidak penting, yang penting intelektual dan moralnya," ujarnya.Tidak ada kata terlambat untuk melakukan reshuffle. Menurut Denny, berapa pun sisa waktu pemerintahan, reshuffle tetap relevan. Apalagi yang menjadi penyebab reshuffle adalah terkait masalah korupsi."Pemerintahan kurang satu tahun pun, jika menteri terjerat masalah korupsi tetap saja harus direshuffle," kata Denny.Saat ditanya figur seperti apa yang layak untuk menggantikan para menteri yang akan direshuffle nanti, Denny mangatakan, figur tersebut harus punya kapasitas keilmuan dan moralitas, serta mau mengabdi kepada publik, bukan kepada partai.
(anw/fay)











































