Israel Batal Ikut IPU di Bali karena RI Tolak Setting Keamanan

Israel Batal Ikut IPU di Bali karena RI Tolak Setting Keamanan

- detikNews
Selasa, 24 Apr 2007 08:19 WIB
Jakarta - Israel akhirnya memutuskan tidak mengirimkan delegasi ke ajang Inter-Parliamentary Union (IPU) di Bali akhir bulan ini. Alasannya, Indonesia menolak setting keamanan seperti yang disusun oleh Shin Bet, dinas keamanan Israel yang bertugas mengamankan para pejabat negaranya.Rencananya, yang akan hadir adalah Ketua Parlemen Israel (Knesset) yaitu Dalya Itzik. Karena posisinya sebagai pejabat negara, dia harus mendapatkan perlindungan keamanan khusus. Shin Bet lantas meminta agar Knesset mengongkosi perjalanan para pengawal bila Itzik ingin hadir.Ongkos yang dikeluarkan berjumlah puluhan ribu dolar. Demikian diberitakan koran Israel Ma'ariv dan dilansir BBC pada 23 April 2007.Shin Bet juga meminta agar Itzik selama di Bali mengendarai mobil anti peluru yang tidak mungkin diterbangkan dari Israel ke Bali.Belakangan, perempuan itu membatalkan kehadirannya ke Bali karena ingin berkonsentrasi pada masalah dalam negeri. Kemudian posisinya di ajang IPU digantikan oleh Silvan Shalom dan Avigdor Yitzhaqi, mereka akan terbang bersama Sekretaris Knesset Arye Hahn. Pengamanan ala Shin Bet tetap berlaku bagi keduanya dan hal itu ditolak oleh pemerintah Indonesia. Israel melakukan kontak dengan Indonesia soal hal itu lewat Kedubes Indonesia di Swiss. Setelah itu, Itzik memutuskan tidak berpartisipasi di forum IPU, hal yang pertama kalinya dilakukan Knesset selama ini. (nrl/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait