Martti Ahtisaari Puas dengan Perkembangan Aceh
Senin, 23 Apr 2007 18:51 WIB
Jakarta - Martti Ahtisaari puas dengan perkembangan politik di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Suasana kondusif di lapangan membuktikan pelaksanaan bertahap butir-butir MoU Helsinki dipenuhi dua pihak."Menurut beliau tidak sering ada suatu perjanjian yang implementasinya lebih mulus dari proses perjanjian damai. Beliau sangat apresiatif dan beliau mengharapkan agar proses politik di Aceh dapat terus menjadi semakin mantap," kata Jubir Kepresidenan Dino Pattidjalal.Hal tersebut ia sampaikan pada wartawan seusai mendampingi mantan presiden Finlandia dan fasilitator perundingan damai RI-GAM itu diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (23/4/2007).Dalam kesempatan itu, Presiden SBY memaparkan mengenai kemajuan politik, ekonomi serta sosial yang telah dicapai di NAD. Termasuk terpilihnya seorang petinggi GAM sebagai gubernur NAD hasil Pilkada akhir tahun lalu. "Beliau melihat semua yang telah terjadi sebagai implementasi yang baik dari MoU Helsinki," imbuh Dino.Lebih lanjut Dino menjelaskan kedatangan Martti Ahtisaari kali ini sebagai utusan khusus DK PBB untuk penyelesaian damai konflik di Kosovo. Inti dari proposal yang dikonsultasikan dengan Presiden SBY adalah menjadikan Kosovo sebagai negara baru yang terpisah dari Serbia, namun hingga beberapa tahun ke depan tetap berada di bawah supervisi masyarakat Internasional."Indonesia menginginkan solusi yang damai dan dapat diterima oleh Kosovo dan Serbia. Sampai saat ini, Indonesia masih mempelajari lebih lanjut dan belum memberikan komitmen apa-apa," tambah Dino.
(lh/asy)











































