Polisi Sakit Gatal-gatal Setelah Periksa Limbah RAPP

Polisi Sakit Gatal-gatal Setelah Periksa Limbah RAPP

- detikNews
Senin, 23 Apr 2007 18:26 WIB
Pekanbaru - Seorang anggota Polda Riau mengalami penyakit gatal-gatal. Penyakit diderita setelah anggota polisi itu ikut dalam Tim Labfor Mabes Polri memeriksa limbah pabrik kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) beberapa waktu lalu.Kapolda Riau Brigjen Pol Sutjiptadi kepada wartawan di Mapolda Riau, Senin (23/4/2007) membenarkan mengenai penyakit gatal yang dialami anggotanya itu. Menurut dia, anak buahnya itu mengalami gatal-gatal setelah ikut dalam tim Labfor Mabes Polri memeriksa limbah perusahaan kertas di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau itu. "Namun kita belum bisa memastikan penyebab gatal-gatal yang diderita anggota polisi itu. Kita masih mencari second opinion untuk memastikan kandungan limbah tersebut," terang Kapolda Riau tanpa menyebutkan indentitas anggota polisi tersebut. Sementara itu, Direktur Walhi Riau, Joni S Mundung mengatakan, anggota polisi yang terkena penyakit gatal-gatal itu tengah melakukan pengobatan medis di Jakarta. "Kita mendapat kabar, bahwa ada anggota polisi mengalami gatal-gatal setelah ikut dalam pemeriksaan limbah kertas," kata Joni kepada wartawan di Pekanbaru, Senin (23/4/2007).Menurut dia, anggota polisi yang mengalami gatal-gatal itu anggota tim Labfor Serse Polda Riau AKP Turnip. Tangan hingga lengan gatal mengalami gatal-gatal dan menjadi borok. "Kita sudah mengetahui kabar ini sejak dua pekan yang lalu. Tapi sayangnya Polda Riau tidak transparan dalam mengungkap penyakit yang diderita anggotanya sendiri. Kami minta Tim Mabes Polri segara mengumumkan hasil audit limbah RAPP itu," kata Joni. Menurut Joni, selain anggota polisi itu, 18 warga Desa Sering Pangkalan Kerinci juga mengalami gatal-gatal yang sama. Mereka yang didampingi Walhi Riau telah mengadukan penyakit gatal-gatalnya ke Polda Riau beberapa waktu lalu.Walhi Minta Tim Independen Pada kesempatan itu, Walhi Riau minta agar pemerintah membentuk Tim Independen untuk mengaudit limbah pabrik kertas tersebut. Menurut dia, pembentukan tim independen ini diperlukan untuk memastikan dugaan limbah yang selama ini telah menebar petaka kepada masyarakat di sekitar pabrik di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Riau terpaut 80 km arah timur dari Pekanbaru. "Sekarang ini banyak instansi terkait secara tiba-tiba menilai limbah RAPP tidak bermasalah. Satu sisi, Tim Labfor Mabes Polri sendiri belum juga mengumumkan hasil audit limbah perusahaan itu. Kita berharap, pemerintah pusat membentuk tim independen untuk melakukan audit limbah RAPP," kata Joni.Hingga saat ini, Polda Riau menyebutkan pencemaran limbah RAPP masih dalam penelitian tim Mabes Polri di Jakarta. "Tim Labfor Mabes Polri masih meneliti soal limbah RAPP. Kita belum dapat memberikan keterangan soal hasil uji Labfor tersebut," kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli. Sementara itu, PT RAPP mengklaim pengelolaan limbah cair mereka sudah memenuhi standar yang telah ditentukan pemerintah. Menurut Manajer Lingkungan PT RAPP, Edwar Wahab, selama ini mekanisme pengelolaan limbah cair mereka saban bulan dipantau Bapedalda Provinsi Riau. Pengelolaan limbah selama ini tidak pernah mendapat komplain dari instansi terkait. "Sebelum limbah cair ini kita buang ke aliran sungai, kita terlebih dahulu telah mengelolanya dengan standar baku dari pemerintah. Sehingga begitu limbah cair sampai ke aliran sungai Kampar, kami pastikan tidak ada masalah apa pun. Selama ini tempat pembuangan limbah kita juga dipantau tim lingkungan dari Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau," kata Edwar. (cha/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads