Mogok Berlanjut, Massa Berkumpul di Kutacane Aceh Tenggara
Senin, 23 Apr 2007 17:48 WIB
Banda Aceh - Sejumlah massa berkumpul di pusat kota Kutacane, Aceh Tenggara (Agara), Senin (23/04/2007). Aksi mogok kerja juga masih terus berlanjut, kendaraan dinas yang dikembalikan seperti sepeda motor dan mobil masih terparkir di halaman kantor DPR Agara. Mereka menolak pelantikan pejabat Bupati. "Kami lebih memilih melepas jabatan kami atau menjadi pegawai biasa, jika Marthin Desky dilantik jadi Pj Bupati Agara, menggantikan Pak Rajidin," ujar Camat Ketambe, Amri Siregar pada detikcom, pertelepon, Senin (23/04/2007). Ditambahkan dia, Marthin Desky yang pernah menjabat Sekretaris Daerah Aceh Tenggara sebelum dicopot oleh Pjs Bupati Rajidin merupakan sosok yang tidak becus dan tidak bisa memimpin. Untuk itu, dirinya sangat berharap pemerintah pusat turun ke Agara. Selama ini, kata dia, daerah Aceh Tenggara terkenal sebagai 'daerah putih'. Tetapi, sejak terpilihnya gubernur dari kelompok GAM, dikatakan Siregar, konflik tidak pernah berakhir di Agara, terlebih usai Pilkada. "Padahal, Pak Rajidin adalah sosok yang amat dikagumi. Karena beliau konsisten dalam membasmi maksiat di sini," kata dia. Sampai saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, masyarakat masih berkumpul di kantor Bupati, DPRD, rumah pribadi dua calon Bupati Aceh Tenggara, Armen Desky dan Hasanudin. Sementara itu, Rajidin yang ditemui usai pelantikan Marthin Desky sebagai Pj Bupati Agara di ruang serbaguna kantor Gubernur NAD, Senin sore ini mengatakan, dirinya berusaha netral dalam pelaksanaan Pilkada lalu. "Penghitungan ulang suara dengan membuka kembali kotak suara karena adanya sejumlah informasi bahwa hasil rekapitulasi itu yang banyak penyimpangan," kata dia kepada wartawan. Menanggapi aksi mogok yang dilakukan para bawahannya, Rajidin merasa tersanjung. "Mungkin karena mereka masih sayang sama saya," ungkapnya. Gubernur NAD Irwandi Yusuf usai melantik Marthin Desky menegaskan, bila sampai Selasa besok, aksi mogok masih berlanjut dan kendaraan dinas yang dikembalikan belum diambil juga, maka para pegawai tersebut diminta untuk membuat surat pengunduran diri. "Karena masih banyak yang mau mengisi kursi mereka," kata dia pada wartawan. Saat ini sebanyak 30 mobil dinas dan 100 sepeda motor dikembalikan ke kantor DPRD Kabupaten Aceh Tenggara. Antara lain, kendaraan milik 15 camat dan 100 kepala desa. Kisruh di kabupaten yang berbatasan dengan Sumatera Utara ini dimulai sejak berlangsungnya Pilkada pada 11 Desember 2006 lalu. Karena sampai saat ini, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara tidak juga menyerahkan hasil rekapitulasi suara yang sudah berada di tangan mereka sejak 4 bulan lalu ke KIP NAD, sehingga penetapan bupati definitif tak juga bisa dilakukan.
(ray/asy)











































