Pariwisata Terpuruk, Menteri Jero Wacik Dinilai Gagal
Senin, 23 Apr 2007 16:33 WIB
Denpasar -
Semakin kencangnya isu reshuffle kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat kalangan pariwisata Bali mengkritisi kiprah Menteri Pariwisata Jero Wacik. Ia dinilai gagal melakukan pemulihan pariwisata Indonesia dan Bali pasca bom Bali I dan II. "Recovery pariwisata yang menelan biaya Rp 60 miliar sejak tahun 2006 tidak membuahkan hasil yang signifikan," kata Pengusaha Pariwisata Bali Jro Gede Karang Tangkid di rumah makan Taliwang, Jl. Teuku Umar, Denpasar, Senin (23/04/2007). Jro Karang juga menilai kebijakan pariwisata Indonesia telah keliru, sehingga tidak terjadi perubahan iklim pariwisata. Hal ini disebabkan karena tidak adanya terobosan baru yang bisa membangkitkan pariwisata. "Satu permasalahan adalah sebagai pejabat utama, semestinya tahu objek wisata yang menarik itu seperti apa. Contohnya, pariwisata Bali saat ini sangat monoton dan tidak ada terobosan sehingga membosankan wisatawan asing," kata Jro Karang yang juga mantan Ketua Tim Sukses SBY-JK di Bali. Untuk memulihkan pariwisata Bali, sebagai ikon pariwisata Indonesia, dia mengusulkan wisata pedesaan. Menurut dia, wisata pedesaan sangat digemari wisatawan mancanegara. Wisata ini memadukan antara pertanian sebagai akar budaya dengan pariwisata. Jenis wisata ini sangat cocok diterapkan di seluruh Indonesia. Jro Karang berharap dalam reshuffle kabinet nanti, presiden menempatkan orang-orang profesional, serta mengubah kebijakan pariwisata yang menukik dan mengenai sasaran pembenahan pariwisata. Sementara itu, Ketua DPD Asita Bali Allpurwa mengatakan peningkatan pariwisata Bali tidak signifikan. "Ada kenaikan, tetapi jenis wisatawan tidak seperti dulu. Angka wisatawan meningkat tetapi duitnya belum signifikan. Jenis wisatawan saat ini masa tinggalnya pendek. Wisatawan tradisional yang potensial seperti Amerika, Inggris dan Australia masih di bawah travel warning," kata dia.
(gds/asy)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































