KPK Panggil Dirut Pertamina, Hanya Deputi Yang Datang
Senin, 23 Apr 2007 16:12 WIB
Jakarta - KPK sebenarnya memanggil Dirut Pertamina Arie Soemarno untuk dimintai keterangan dalam kasus korupsi penjualan 2 kapal tanker very large crude carrier (VLCC). Tapi yang datang ke KPK hanya Deputi Direktur Bidang Perkapalan Adi Wibowo."Kami sebenarnya memanggil dirutnya. Tapi kami tidak tahu kenapa yang datang deputinya," kata Humas KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jl Veteran III, Jakarta, Senin (23/4/2007).Adi Wibowo, yang menggantikan Arie, dimintai keterangan seputar penjualan 2 unit kapal VLCC milik Pertamina. Namun, usai diperiksa, Adi enggan berkomentar seputar pemeriksaannya, termasuk alasan penjualan kapal tersebut.Pertamina telah menjual dua tanker raksasa yang dibangun di galangan kapal Hyundai Heavy Industries di Korea Selatan seharga US$ 184 juta melalui proses tender. Perusahaan asal Swedia, Frontline Ltd, dinyatakansebagai pemenang dan menuntaskan transaksi penjualan saat penyerahan tanker pertama pada 9 Juli 2004 dan tanker kedua pada 17 September 2004.Dalam penyidikan kasus ini, KPK juga telah mengirimkan penyidiknya ke Korea. Para penyidik itu ditugaskan untuk mencari harga pembanding kapal di Hyundai Heavy Industries.Selain itu, KPK juga telah memeriksa mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi, mantan Direktur Utama Pertamina Ariffi Nawawi, dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone.
(ary/asy)











































