2 Mantan Pangdam V Berebut Kursi Gubernur Jatim
Senin, 23 Apr 2007 15:51 WIB
Surabaya - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kebanjiran pendaftar calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Sejak dibuka 17 April 2007 lalu, saat ini 13 orang sudah mendaftar. 10 Orang mengambil formulir sebagai calon gubernur dan 3 orang lainnya sebagai calon wakil gubernur.Di antara pendaftar adalah dua mantan Pangdam V/Brawijaya. "Ini merupakan rekor tersendiri bagi kami, karena kami tidak menyangka akan ada sebanyak ini," kata Koordinator Pendaftaran Mas'ud Adnan kepada wartawan di DPW PKB Jatim (versi Muhaimin), kawasan Ketintang, Surabaya, Senin (23/4/2007). 10 Orang yang mencalonkan gubernur melalui PKB adalah pengamat politik dari LIPI Hermawan Sulistyo, Mantan Pangdam V/Brawijaya Mayjen (Purn) Djoko Subroto, Ketua PWNU Jatim Ali Maschan Moesa, Bupati Bondowoso Mashoed, Mantan Pangdam V/Brawijaya Mayjen (Punr) Haris Sudarno, Mantan Pemred Jawa Pos Solihin Hidayat, Ketua Dewan Syuro PKB Bondowoso Syamsul Hadi, mantan Rektor ITS M Nuh DEA, dan Bupati Mojokerto Achmadi. Sedangkan 3 nama cawagub yang sudah mengambil formulir yakni pelawak Priyo Al Jabar, Humaidi, dan Istibsyaroh. "Nama-nama itu tidak semua mendaftar sendiri. Tapi ada orang yang mengambilkan formulir karena dia ingin yang bersangkutan maju," kata Mas'ud Adnan yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jatim. Hingga saat ini, belum satu pun dari ke 13 prang itu yang mengembalikan formulir. Namun Mas'ud Adnan yakin bahwa mereka akan segera mengembalikan formulir pendaftaran ditutup 25 April 2007. "Banyaknya pendaftar ini mengukuhkan jika PKB benar-benar partai warga NU dan jadi primadona. Ibaratnya gadis cantik, PKB banyak dipinang orang. Nah PKB harus harus mencari menantu yang baik dan bertanggung jawab kepada rakyat," kata Mas'ud. Haris Sudarno belum datang langsung ke PKB. Menurut Mas'ud, yang mengambilkan formulir pendaftaran untuk Haris, Agus Ronald MT. "Orang yang mendaftarkan Pak Haris membawa uang pendaftaran pas Rp 999.000. Nampaknya dia menganggap angka itu mengandung sesuatu," terang Mas'ud.
(gik/asy)











































