Polisi lebih dulu menangkap Andi Ibrahim bersama 16 tersangka lainnya. Peran Andi Ibrahim alias AI pertama kali diungkapkan oleh Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono saat konferensi pers di Polres Gowa, Kamis (19/12).
"Peran sentralnya ada di saudara AI," ungkap Yudhiawan dilansir detikSulsel.
Sementara itu, Kapolres Gowa AKBP Reonald T. Simanjuntak mengungkapkan Andi Ibrahim merupakan tersangka yang membawa mesin cetak berukuran raksasa ke dalam kantornya di gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar. Mesin cetak inilah yang digunakan para pelaku memproduksi uang palsu dalam jumlah besar tersebut.
"Alat itu dimasukkan salah satu tersangka, inisial AI, itu ke dalam salah satu kampus di Gowa, yaitu menggunakan salah satu gedung, yaitu perpustakaan dan itu di malam hari," ujar AKBP Rheonald.
Belakangan polisi mengungkap peran Annar Salahuddin Sampetoding alias ASS. Tersangka disebut dalang utama sindikat uang palsu tersebut. "Bahwasanya otak pelaku adalah inisial ASS di mana perannya yang bersangkutan adalah pertama pemberi ide," ujar Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Dedi Supriyadi kepada wartawan saat konferensi pers, Senin (30/12/2024).
"Kemudian yang ikut modalin, kemudian ikut membeli mesin. Kemudian pemberi perintah," sambungnya.
Baca berita selengkapnya di sini. (rdp/imk)











































