LSI Optimistis Reshuffle Bisa Dongkrak Pamor SBY-JK

LSI Optimistis Reshuffle Bisa Dongkrak Pamor SBY-JK

- detikNews
Senin, 23 Apr 2007 11:46 WIB
Jakarta - Awal Mei nanti, Presiden SBY akan merombak jajaran kabinetnya. Lembaga Survei Indonesia (LSI) optimistis pamor SBY-JK bakal terdongkrak jika fokus perombakan untuk meningkatkan kinerja kabinet.Dalam survei yang dilakukan LSI Maret 2007 lalu, pamor SBY-JK anjlok di bawah ambang batas psikologis. Popularitas SBY tinggal 49,7 persen, sedangkan JK di angka 46,9 persen."Reshuffle bisa menambah kepercayaan publik pada Presiden jika konteksnya memperbaiki kinerja kabinet atau pemerintah," kata Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani kepada detikcom, Senin (23/4/2007).Sebab survei yang dilakukan Maret 2007 itu mencerminkan masyarakat sudah pesimistis dan kurang puas dengan kinerja Presiden, terutama yang terkait kebutuhan pokok seperti beras."Harga beras yang tinggi bagi masyarakat kalangan bawah merupakan persoalan besar," ujar Saiful.Karena itu, reshuffle yang dilakukan SBY diharapkan bisa merespons keinginan rakyat. SBY harus membuat solid tim ekonominya yang kini kurang selaras, terutama antara Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Tim ekonomi SBY perlu dibenahi supaya terdiri dari orang-orang yang sepaham. SBY harus bisa melihat siapa anggota tim ekonominya yang bisa dipertahankan. "Presiden juga harus punya referensi kebijakan. Jika Presiden mengatakan harga beras harus turun, tapi kemudian ada menteri yang menghalangi harga beras turun, dia harus dikeluarkan," tutur Saiful.Pria bergelar doktor dari Ohio University ini juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang dari persepsi publik mengalami penurunan cukup tajam. Turunnya persepsi publik ini mengindikasikan anggota kabinet yang terkait masalah ini harus dibenahi."Karena ini menjadi sumber ketidakpastian bagi masyarakat. Misalnya, menteri yang jelas-jelas melanggar hukum. Meski secara hukum belum terbukti, secara politis jelas itu tidak benar. Presiden harus copot dia," tegas Saiful.SBY juga harus menempatkan orang yang cocok untuk pos mendagri setelah Mendagri M Ma'ruf mengalami gangguan kesehatan. Tidak hanya itu, komitmen menteri-menterinya di bidang investasi dan ketenagakerjaan juga harus dilihat lagi."Kita bisa lihat nanti dalam survei Juni atau Juli yang akan dilakukan LSI, apakah reshuffle yang dilakukan berdampak positif atau sebaliknya. Kalau tidak (negatif), tentu harus dicari tahu lagi penyebabnya," kunci pria kelahiran Serang 8 Agustus 1962 ini. (umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads