PAN Belum Diajak Bicara Reshuffle
Senin, 23 Apr 2007 11:28 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengkomunikasikan reshuffle kabinet dengan partai-partai politik. Namun PAN mengaku belum pernah diajak bicara oleh SBY, meski reshuffle dijanjikan awal Mei 2007."Belum. Kami belum diajak bicara (reshuffle). Baru ada sinyal-sinyal saja. Tapi terserah presiden, karena reshuffle itu hak prerogatif presiden," ungkap Sekjen PAN Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2007).Meski PAN berharap SBY mengkomunikasikan reshuffle dengan pimpinan parpol, namun bukan berarti PAN akan "mengintimidasi" SBY. SBY diminta tetap diminta mempertimbangkan reshuffle kabinet berdasarkan profesionalitas."Presiden jangan terpengaruh oleh para elit parpol. Karena reshuffle itu hak prerogatif, jadi jangan sampai terkontaminasi. Reshuffle itu kan untuk memperbaiki kinerja pemerintah," kata Zul.Presiden juga diminta untuk tidak semata mempertimbangkan aspek politis. Misalnya dalam kasus desakan mundur terhadap menteri dari PAN, Hatta Rajasa. Zul melihat desakan mundur terhadap Menteri Perhubungan itu cenderung politis."Kalau saya melihat, aspek politisnya sangat tinggi terkait dengan soal Hatta. Presiden tidak boleh terpengaruh dengan aspek politis," tandas Zul.
(aba/nrl)











































