Mesin Pencoblos Elektronik untuk Pemilu Prancis Menuai Protes
Senin, 23 Apr 2007 02:15 WIB
Paris - Untuk kali pertama, pemilu presiden di Prancis menggunakan teknologi pencoblosan elektronik. Usai pencoblosan putaran I, banyak pihak meminta agar mesin tersebut tidak digunakan lagi.Seperti yang diberitakan AFP, pada pencoblosan hari Minggu (22/4/2007), tampak antrean panjang di tempat pemungutan suara. Pemilih yang hendak mencoblos di atas mesin elektronik harus rela menunggu hingga 2 jam.Tidak pelak lagi, inovasi tersebut mengundang kritik. "Dalam pandangan kami, pemilihan secara elektronik adalah sebuah bencana," tutur salah seorang tokohkiri.Banyak calon pemilih pulang karena terlalu lama menunggu. Bahkan kandidat presiden Philippe de Villiers mengatakan alat yang digunakan sebagai "mesin curang".Kaum manula juga ikut mengeluhkan soal lamanya mereka mengantri. "Saya sudah datang berkali-kali, tapi saya akhirnya pulang tanpa memilih. Kelamaan sih," ujar pensiunan Pierre Bascoulergue. "Saya tidak percaya dengan mesin ini,"tambahnya kesal.
(gah/gah)











































